ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Soal Kasus Habib Bahar, Ketua GNPF: Kepolisian RI harus Bertindak Profesional

0

Advertisements

JAKARTA—Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Ustaz Yusuf Muhammad Martak menyayangkan dinaikannya status Habib Bahar Bin Smith sebagai tersangka. Ustaz Yusuf menilai kejadian ini menandakan tumpulnya hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.

Menurut Ustaz Yusuf, dalam upaya penegakan hukum kepolisian masih terkesan tidak netral dalam mengusut sebuah kasus. Bahkan ia menganggap polisi cenderung sigap saat menangani kasus yang melibatkan tokoh dan ulama yang berseberangan dengan pemerintahan Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Muncul Tudingan Habib Bahar bin Smith Aniaya 2 Remaja, Ini Kata Polisi

“Kami sangat mengkhawatirkan hukum di negeri ini telah menjadi alat kekuasaan. Jelas dari perlakuan polisi terhadap Habib Rizieq Shihab, Buni Yani, Habib Mahdi Shahab, ustadz Alfian Tanjung, dan sejumlah tokoh lainnya yang dengan sigap dan cepat diproses,” kata Ustaz Yusuf saat menggelar jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Yusuf kemudian menyinggung soal kasus seorang remaja berinisial RJ yang mirip dengan kasus Habib Bahar Smith. Terkait kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo itu, kata Yusuf polisi tak serius. Bahkan, kini remaja tersebut sudah kembali dilepaskan setelah orangtuanya melayangkan permintaan maaf melalui rekaman video di media sosial.

Terkait dua kasus ini, Yusuf menyebut jika polisi seharusnya bisa bertindak profesional dalam menjalankan supremasi hukum.

“Bahwa terkait tindakan tidak adil dan tidak berimbang tersebut, kami menyerukan agar hukum dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya. Kepolisian RI harus bertindak profesional dan proporsional sesuai UU dan ketentuan yang berlaku,” terangnya.

BACA JUGA: Pernyataan Ngabalin soal Kasus Habib Bahar bin Smith

Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap melakukan ujaran kebencian melalui video ceramah yang viral di media sosial. []

SUMBER: SUARA

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline