• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Sifat Tamak Itu Membinasakan

by Yudi
5 tahun ago
in Syi'ar
Reading Time: 3 mins read
A A
0
sifat tamak

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TAK ada manusia yang ingin hidup miskin. Jika ditanya apakah seseorang ingin kaya atau miskin, sudah pasti menjawab kaya. Punya banyak harta memang tidak dilarang agama, meski demikian kita tak boleh memiliki sifat rakus, sifat tamak terhadap harta. Tak peduli halal haram dan berani korupsi demi memperkaya diri bersiap-siaplah untuk menerima azab dari Allah SWT.

Apalagi saat ini kita hidup dalam era modern yang lazim disebut era digital. Segala kebutuhan dan kepentingan hajat hidup hampir semua dapat dikerjakan hanya dengan menekan digit. Mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan pelengkap.

Akankah kehidupan yang serba digital membuat kita semakin banyak keinginan dan semakin memiliki sifat tamak kepada kehidupan dunia ini?

BACA JUGA: 2 Tips Hindari Sifat Rakus dan Tamak

ArtikelTerkait

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

6 Manfaat Berteman dengan Orang Shaleh

Sifat Tamak Itu Membinasakan

Sifat Tamak
Foto: Quartz

Memang tidak bisa dipungkiri kecintaan dan sifat tamak akan muncul dihati kita semua. Orang yang haus terhadap dunia, selalu ingin memperbanyak harta dengan rakus tamak, terbiasa mengeluh, dan selalu meminta. Sesungguhnya sikap pasrah terhadap sifat tamak (rakus) tidak ada akhirnya apabila seseorang melepaskan tali kendali nafsu syahwatnya. Disebutkan dalam hadits:

“Sesungguhnya harta ini berwarna hijau serta manis, maka barangsiapa yang mengambilnya dengan kemurahan jiwa niscaya diberikan berkah baginya pada harta itu. Dan barangsiapa mengambilnya dengan nafsu serakah niscaya tidak diberikan berkah baginya pada harta itu, seperti orang yang makan dan tidak pernah kenyang…”

Sifat tamak menguasai orang-orang yang melakukan persaingan dalam urusan dunia dan perhiasannya, yang selalu melihat ke atas mereka.

Imam an-Nawawi rah memberikan alasan terhadap hal itu dengan katanya: “Karena apabila manusia melihat kepada orang yang diberikan karunia dalam perkara dunia, nafsunya menuntut seperti hal itu dan menganggap kecil/remeh nikmat Allah ta’ala yang ada padanya, ingin bertambah, supaya bisa menyusul dengan hal itu atau mendekatinya, inilah realita mayoritas manusia…’

Fenomena ini sangat nampak jelas dikehidupan kita dewasa ini. Akankah kita sebagai seorang muslim enggan selamat dan bahagia di dunia dan akhirat nanti.

Orang beriman akan jauh dari sifat tamak dan akan merasa puas menerima rezeki yang telah dikaruniakan Allah kepadanya, serta merasa bersyukur atas rezeki yang diterimanya. Makan dengan apa adanya akan terasa nikmat tiada terhingga jika dilandasi dengan qanaah dan syukur.

Sifat Tamak Itu Membinasakan

Sifat Tamak
Ilustrasi: Unsplash

Sebab, pada saat seperti itu ia tidak pernah memikirkan apa yang tidak ada di hadapannya. Justru, ia akan berusaha untuk membagi kenikmatan yang diterimanya itu dengan keluarga, kerabat, teman atau pun tetangganya.

Namun hendaklah kita tidak salah pengertian tentang makna dan arti qanaah, bukanlah qanaah merasa senang dengan segala kekurangan dan kehidupan yang rendah, lemah semangat dan kemauan untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi, mati keinginan untuk mencapai kemajuan moril dan materil, atau kelesuan untuk membebaskan diri dari kelaparan, kemiskinan dan kesengsaraan.

Meski demikian, orang-orang yang memiliki sikap qanaah tidak berarti menerima nasib begitu saja tanpa ikhtiar. Orang yang hidup qanaah bisa saja memiliki harta yang sangat banyak, namun bukan untuk menumpuk kekayaan.

Kekayaan dan dunia yang dimilikinya, dibatasi dengan rambu-rambu Allah ta’ala, dengan demikian, apa pun yang dimilikinya tak pernah melalaikan dari mengingat Sang Maha Pemberi Rezeki. Sebaliknya, kenikmatan yang ia dapatkan justru menambah sikap qona’ah-nya dan mempertebal rasa syukurnya.

BACA JUGA: Sifat Tamak Bakal Kuasai Orang yang Begini…

Sifat Tamak Itu Membinasakan

sifat tamak
Foto: Freepik

Iman memberikan kepada manusia kepuasan akan apa yang diberikan Allah, dalam hal-hal yang tidak bisa kita merubahnya atau kesanggupan untuk mencapainya, biar dengan usaha dan tipu daya manapun.

Apalagi dalam masa kesusahan dan kesulitan yang menimpa perorangan dan masyarakat, qanaah memberikan pertolongan bagi ketentraman dan perdamaian dalam jiwa.

Jasa keimanan ini sangat besar dalam membatasi jiwa manusia dari memperturutkan sifat tamak, nafsu yang tidak berkesudahan, tidak cukup dengan sedikit, tidak puas dengan yang banyak, tidak memadai dengan yang halal dan wajar, sehingga senantiasa dalam keadaan tidak puas, haus dan berkeluh kesah.

Maka timbullah cara-cara pencarian rezeki di luar batas hukum dan kemanusiaan, hanya berpedoman asal dapat, tidak perduli bahaya bagi diri dan masyarakat. Naudzubillah min dzalik. []

SUMBER: BIMBINGAN ISLAM

Tags: rakussifat manusiasifat tamaktamak
ADVERTISEMENT
Previous Post

‘Turkiye’ Resmi Ditetapkan sebagai Sebutan Baru bagi Turki

Next Post

Berbohong Demi Kebaikan, Bolehkah?

Yudi

Yudi

Related Posts

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

14 Juli 2025
agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

14 Juli 2025
Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Interview, Hadis tentang Dosa Berbohong, Teman

6 Manfaat Berteman dengan Orang Shaleh

12 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.