ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Siapa Siti Aisyah, WNI yang Diduga Bunuh Kim Jong Nam?

0

NAMA Siti Aisyah, WNI asal Serang, Banten, ini mendadak popular ketika kabar pembunuhan Kim Jong Nam—kakak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un—ramai dibahas di lini masa media. Siapakah Siti Aisyah sebenarnya?

Siti Aisyah saat ini masih diperiksa secara intensif oleh Polisi Diraja Malaysia. Ia diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam. Pihak Kementerian Luar Negeri sendiri telah memastikan bahwa Siti tengah ditahan oleh Polisi Malaysia.

seperti diketahui, Siti Aisyah pernah merantau ke negeri jiran Malaysia. Siti pergi ke Malaysia untuk bekerja di sana. Ia tak sendiri pergi ke negeri jiran tersebut, namun bersama suaminya, Gunawan Hasyim alias Ajun yang kini telah bercerai.

“Dulu pernah bekerja di Malaysia sama anak saya, enggak lama setelah si Neng (Siti) melahirkan, saya lupa berapa tahun mereka di sana,” kata Lian Kiong, 56,alias Akiong, mantan mertua Siti saat ditemui di kediamannya di Jl Samarasa I No 3 RT 07/03 Tambora, Jakarta Barat, lansir Detik, Kamis (16/2/2017).

Sebelum bekerja di Malaysia, Ajun membantu Akiong di rumah konfeksi milik ayahnya itu di Gang Kacang Jl Angke Indah 5 RT 05/07 Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Sebelum menikah dengan Ajun, Siti bekerja pada Akiong.

“Dia ini anak ‘dalem’, pernah kerja sama saya. Kecantol lah anak saya. Saya tidak memandang perbedaan suku, agama, anak saya mau sama dia ya sudah, nikah mereka,” jelas Akiong.

Beberapa bulan setelah Siti bekerja dan menjalin hubungan asmara dengan Ajun, keduanya pun menikah. Pernikahan keduanya dilangsungkan di kampung halaman Siti di Serang, Banten.

“Terus sekitar tahun 2009 punya anak, terus lahiran di Serang, habis anaknya itu dibawa ke sini. Di sini kami yang mengurusi cucu saya itu,” sambungnya.

Saat itu, bisnis konfeksi Akiong mulai goyang. Akiong kemudian menyarankan Ajun dan Siti pergi mencari kerja di Malaysia.

“Saya bilang kalian bekerja di sana, uangnya kumpulin. Nanti balik lagi ke sini buat bikin usaha,” lanjutnya.

Akiong tidak mengetahui persis di mana keduanya berkeja selama di Malaysia. “Saya kurang tahu di mananya di Malaysia-nya. Tapi kalau anak saya kerja di restoran, kalau si Neng katanya kerja jaga toko,” tuturnya.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Kakak Kim Jong Un, Siti Aisyah Diduga Dimanfaatkan Agen Asing

Namun rupanya status Siti di Malaysia bukanlah sebagai Tenaga Kerja Indonesia atau TKI. Menurut Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu M Iqbal, Siti tidak terdaftar sebagai TKI.

“Dia tak terdaftar sebagai TKI,” kata M Iqbal,

Sebelumnya mantan mertua Siti, Lian Kiong,59, menyebut mantan menantunya itu pernah menjadi penjaga toko di Malaysia. Namun rupanya Siti tak pernah mengurus visa untuk bekerja di negeri jiran tersebut.

“SA (Siti Aisyah) tidak tercantum memiliki visa kerja,” imbuh Iqbal.

Indonesia dan Malaysia memang memiliki kerja sama bebas visa. Namun hal itu berlaku hanya bagi visa kunjungan. Untuk bekerja, maka WNI harus mengurus visa kerja.

Hingga kini Siti masih ditahan oleh otoritas Malaysia hingga 7 hari sejak ditangkap pada Rabu (15/2) di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Selain Siti, wanita berpaspor Vietnam dengan nama Doan Thi Huong juga ditahan.

Sementara menurut sumber anonim yang berbicara kepada surat kabar Utusan Malaysia, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong kemungkinan dimanfaatkan agen asing untuk melakukan membunuh Kim Jong Nam dengan racun mematikan.

“Mereka mungkin telah dimanfaatkan untuk terlibat secara langsung dengan pembunuhan tersebut agar identitas agen dinas rahasia itu tidak terungkapkan. Ini adalah taktik intelijen yang biasa disebut cut out,” kata sumber tersebut di Kuala Lumpur lansir Utusan Malaysia, Jumat (17/2/2017).

Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai nasib Siti dan Doan terkait kasus pembunuhan tersebut, ataupun soal isu keterkaitan mereka dengan agen rahasia Korea Utara. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...