islampos
Media islam generasi baru

Share Foto di Medsos, Peluang Besar Terkena ‘Ain

Foto hanya ilustrasi
0

SIAPA di antara kita yang tak suka upload foto di media sosial (medsos)? Tentu saja, hampir setiap orang, kini lebih suka melakukan hal itu. Mereka beralasan bahwa ingin menunjukkan kebahagiaan yang sedang dialami kepada orang lain. Bahkan, bukan hanya foto, video pun seringkali diunggah. Yang memang dijadikan untuk menarik simpati dari orang lain.

Memang, tak ada larangan bagi kita untuk tidak men-share foto atau video di medsos. Hanya saja, kita perlu berhati-hati. Mengapa? Sebab, men-share foto atau video di medsos membuka peluang besar bagi kita terkena penyakit ‘ain. Penyakit apa itu?

Dikutip muslim.or.id bahwa penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub/kagum. Sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena.

Ibnul Atsir Rahimahullah berkata, “Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘ Ain , yaitu apabila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit,” (An-Nihayah 3/332).

Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal. Akan tetapi Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada. Rasulullah ﷺ bersabda, “Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya,” (HR. Muslim).

Contoh kasus, foto anak yang lucu dan imut diposting di sosial media. Kemudian bisa saja terkena ‘ain. Anak tersebut tiba-tiba sakit, nangis terus dan tidak berhenti. Padahal sudah diperiksakan ke dokter dan tidak ada penyakit. Bisa juga gejalanya tiba-tiba tidak mau menyusui sehingga kurus kering tanpa ada sebab penyakit.

Hal ini terjadi karena ada pandangan hasad kepada gambar itu atau pandangan takjub. Dan penting diketahui bahwa penyakit ‘ain bisa muncul meskipun mata pelakunya tidak berniat membahayakannya (ia takjub dan kagum).

Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan, “Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung,” (Zadul Ma’ad 4/149).

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan, “Oleh karena itu, jelaslah bahwa penyebab ‘ain bisa jadi ketika melihat gambar seseorang atau melalui televisi, atau terkadang hanya mendengar ciri-cirinya, kemudian orang itu terkena ‘ain. Kita memohon keselamatan dan kesehatan kepada Allah,” (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 122272). []

loading...
loading...