ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Seperti Inilah Tabiat (Jiwa) yang Lapar

0

Advertisements

DALAM setiap negara tentu memiliki tingkat permasalahan yang berbeda-beda. Masalah tersebut, terkadang di luar nalar kita, karena mungkin negara yang bersangkutan terlihat baik dari luar. Misalnya, di banyak negara maju teknologi dan ekonominya, yang rakyatnya hidup dengan kemewahan harta, ternyata banyak dijumpai kasus bunuh diri. Apa yang menyebabkan itu bisa terjadi?

Negeri Swedia, yang tergolong paling tinggi taraf hidup rakyatnya, justru paling besar jumlah orang yang bunuh diri, gila dan keganjilan-keganjilan kejiwaan lain.

Apabila orang yang hidup berlebihan dan mewah masih melakukan bunuh diri, pertanda bahwa ada bagian tabiat (jiwa) yang kosong atau lapar. Ada kepuasan dari satu segi dan kosong di segi lain. Lalu dia resah gelisah karena banyak kepuasan batinnya yang tidak tumbuh dan kepuasan-kepuasan hatinya tidak saling mengisi dan tidak saling melengkapi.

Berbeda dengan seseorang yang beriman, seluruh tabiat batinnya tumbuh dan berkembang dengan baik, saling mengisi dan melengkapi. Apabila memperoleh kebahagiaan, dia bersyukur. Apabila mendapat kesulitan, dia bersabar.

Keduanya, pilihan bagi orang mukmin. Dan keduanya makin mendekatkannya pada Allah SWT. []

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli as-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline