ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Apa Perbedaan Jihad Perang dan Jihad Dakwah?

Foto: Kajian Islam al-Mubarok
0

ISLAM adalah agama yang damai dan membawa keselamatan, karena itulah kita disebut muslimun, kaum para penyelamat, kaum yang suka damai. Kalaupun berperang itu karena terjadi kezaliman. Berperang karena diperangi, berperang karena membela diri, di sinilah jihad itu menjadi wajib.

“Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” (QS al-Hajj 39).

Jika hari ini masyarakat melihat teror bom dimana-mana, ketahuilah bahwa itu bukan jihad. Sebelum menyimpulkan tindakan itu jihad atau bukan, baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu Jihad.

Jihad secara bahasa diambil dari kata al-Juhdu (الجهد) yang artinya bersungguh-sungguh. Jihad dibagi menjadi beberapa tingkatan, salah satunya adalah jihadul harbi, jihad perang, dan jihadud dakwah, jihad dakwah.

Di dalam jihad perang atau angkat senjata ini dilakukan semata-mata untuk melindungi diri karena kezaliman terjadi, sehingga banyak orang yang tidak berdosa menjadi korban. Maka, seorang Muslim harus bisa mempertahankan dirinya, keluarga, dan seluruh orang dari keburukan yang sedang terjadi. Contohnya di wilayah umat Islam diperangi, seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Afrika Tengah, dan sebagainya.

Sedangkan Jihad dakwah adalah jihad di wilayah damai, seperti di negeri kita tercinta Indonesia. Baik dangan lisan, tulisan dan apa pun yang Allah amanahkan pada kita menjadi medan dakwah, harta, media sosial FB, Instagram, WA dan sebagainya. Karena hak tujuannya, maka sabar dan kasih sayang strateginya.

Sampai Rasulullah SAW mengibaratkan seorang mukmin “kannahli” seperti lebah, karekter mukmin mirip dengan karekter lebah, makannya lebah sari pati bunga (halal bervitamin), yang dikeluarkan lebah adalah madu (berakhlak mulia, bicara santun). Kalau lebah hinggap tidak merusak bahkan menyuburkan (tidak merusak, bukan teroris, malah membawa kebaikan). Lebah sangat kompak (ukhuwah persaudaraan seimannya kuat), kalau satu lebah disakiti, maka lebah bersatu membelanya (punya izzah, sangat ditakuti lawan). Kalau ada lebah makan yang kotor, maka para lebah bersatu mengusirnya (terjaga dari pengkhianat), dan sengatan lebah pun menjadi obat (jihad pun berdampak positif).[]

Sumber: Republika.co.id.

loading...
loading...