ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Selesai Bukan Berarti Sudah

0

Advertisements

أحب الأعمال إلى الله الحال والمرتحل

Nabi saw bersabda “Amalan yang paling disukai Allah adalah yang selesai kemudian melanjutkan lagi (Hr Tirmidzi)

Fiqhul Hadits:

1. Hadist ini di tafsirkan dengan orang yang membaca Al-Quran dari awal hingga akhir, kemudian dari akhir hingga awal lagi, setiap kali ia khatam ia kembali ke awal demikian jelas Ibnu Rajab dalam lathaiful ma’arif. 

2. Tidak ada istilah tamat dalam membaca dan mengkaji Al-Quran, karena setiap kali Al-Quran dikaji dan dibaca ia selalu mengundang pesona dan pastinya kita akan selalu menemukan hal hal yang baru.

Baca Juga: Bersahabat dengan Al-Quran adalah Bukti Iman

Related Posts
1 of 4

3. Setiap bacaan jika diulang ulang membacanya maka akan menghadirkan kebosanan kecuali membaca Al-Quran.

4. Beribadah itu tidak mengenal musim, dan kesuksesan sebuah ibadah dilihat dari keberlanjutannya, sebagaimana dikatakan kepada Bisyr bahwa ada suatu kaum yang bersungguh sungguh ibadah pada bulan Ramadhan, maka ia berkata “Seburuk buruknya kaum adalah mereka yang tidak mengetahui hak Allah kecuali hanya pada bulan Ramadhan, sesungguhnya orang saleh adalah orang yang beribadah dan bersungguh sungguh sepanjang tahun.

Baca Juga: Bahaya Percaya pada Segala Bentuk Ramalan

5. Tidak ada istilah istirahat dalam beribadah, karena istirahat dalam pergantian aktivitas, dari membaca Al-Quran menuju shalat itu adalah istirahat, dari shalat ke shalat adalah istirahat, karenanya nabi saw berkata: Istirahatkan aku dengan shalat wahai Bilal.

6. Variatifnya bentuk ibadah dalam Islam bertujuan agar tidak timbul kejemuan dalam ibadah dan tetap terjaganya semangat beribadah, bahkan begitu luas makna Ibadah dalam Islam, sebagaimana jelas Ibnu Taimiah “إسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه“ Ibadah adalah nama dari segala macam aktivitas yang di ridhai Allah“

7. Allah berfirman, “Jika engkau telah selesai melakukan aktivitas, maka bersungguh sungguhlah untuk melakukan yang lain.“

Kosong itu rusak, semakin banyak waktu kosong maka kita akan semakin berpotensi menjadi rusak, Imam Syafii berkata “ إن لم تشغل نفسك بالحق شغلك الباطل “ Jika engkau tidak menyibukkan diri dengan kebenaran maka engkau akan disibukkan dengan kebatilan.“ []

Artikel Terkait :

Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend