islampos
Media islam generasi baru

Seberapa Sering Suami Istri Boleh Berhubungan?

Foto: Abu Umar/Islampos
0

MUNGKIN Anda masih ingat, awal pernikahan, dalam kurun waktu enam bulan pertama, kehidupan dengan pasangan sah tidak pernah jauh dari tempat tidur. Seiring dengan jalannya pernikahan, dan anak-anak yang hadir, frekuensi pertemuan menjadi berkurang dan terus berkurang.

Namun, ternyata, banyak juga menjelang pernikahan memasuki usia ke 10 atau 15 tahun, frekuensi jima malah juga jadi kerap lagi. Sebenarnya, idealnya seberapa sering jima dilakukan?

Sebetulnya tak ada batasan baku. Artinya, berapa kali suami-istri melakukan hubungan seksual selalu terpulang kepada mereka berdua. Ini mengingat hubungan intim amat bergantung pada mood atau suasana hati dan keinginan mereka.

Hubungan yang paling intim antara suami dan istri ini sebaiknya memang bersifat spontan, tanpa pernah diembel-embeli segala macam aturan atau bahkan dibuatkan jadwal ketat. Jika tidak, hubungan seksual mungkin akan dirasakan sebagai bentuk pemaksaan atau kewajiban belaka sehingga tak membuat nyama salah satu di antaranya.

Dalam literature medis modern, produksi sperma oleh buah zakar memenuhi kuota penampungan dalam kurun waktu tiga hari. Jika mengikuti ritme fisiologis tersebut, maka idealnya, jima dilakukan setiap tiga hari sekali. Ini karena—masih menurut medis—produksi sprema memang harus dikeluarkan secara teratur sesuai waktu atau batas kuota alamiah.

Meski pada dasarnya, seberapa sering pun kita melakukan hubungan seksual, bila dilakukan dalam batas-batas wajar, takkan merusak tubuh kedua belah pihak. Sebab, tubuh suami dan istri memang sudah diciptakan begitu rupa untuk beradaptasi terhadap kondisi satu sama lainnya.

Frekuensi jima yang minim, biasanya akan memancing suami-istri jadi gampang ribut; hanya karena sebab sepele bisa meledak jadi masalah besar. Bisa juga suami atau istri kerap pasang muka cemberut atau tampak murung. Akibatnya, badan terasa lemas dan hidup pun jadi terasa tak bergairah.

Terlebih pada pria, hal ini terasakan sekali. Soalnya, di dalam sperma terkandung berbagai protein, asam amino, dan asam esensial lainnya. Artinya, selain teratur, juga harus diperhatikan soal istirahat, asupan gizi, dan olahraga.

Jima yang sehat, akan membantu mengikis ganjalan emosi, bila ada. Sesuaikan kemampuan diri maupun pasangan.

 Jadi, bicara masalah frekuensi, Anda dan pasangan yang lebih paham tentu saja. Insya Allah. []

loading...
loading...