islampos
Media islam generasi baru

Sebar Konten SARA, Admin @cyber_muslim Bermotif Bela Ulama

Foto: Seword
0

JAKARTA–Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar chat palsu antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden P Argo Yuwono.

Pelaku berinisial HP tersebut merupakan, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. HP diduga membuat Chat palsu yang disebar terkait penanganan kasus dugaan percakapan Whatsapp berkonten pornografi yang dituduhkan kepada Habib Rizieq Syihab dan perempuan bernama Firza Husein.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imram mengatakan chat palsu itu disebar oleh HP melalui akun Instagramnya @muslim_cyber1. Tidak hanya chat palsu tersebut yang sering diposting HP, tapi juga banyak postingan yang mengandung unsur SARA dan ujaran kebencian.

“Sehari bisa memposting 3 sampai 5 kali semuanya isunya postingan provokatif. Dia (HP) hanya salah satu admin. Oleh karena itu, tim lakukan penyelidikan ditemukan alamat IP, kita cari alamat, profiling dan ditemukan yang bersangkutan,” kata Fadil di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017).

Akun muslim_cyber1 ini menurut Fadil memiliki 12 ribu folowers. Selain HP juga ada 18 admin di luar provinsi Jakarta sehingga postingan yang dilakukan memiliki efek viral yang luar biasa.

Ketika dinterograsi oleh penyidik motif HP melakukan hal tersebut lantaran ingin membela ulama yang menurut pandangannya dikriminalisasi.

“Selama ini, dia ingin melakukan pembelaan terhadap ulama yang menurut dia dikriminalisasi. Dia ingin membela ulama yang dikriminalisasi. Sedang kita dalami apakah yang bersangkutan ada pihak-pihak yang menyuruhnya atau bertindak atas kehendaknya sendiri,” katanya.

Fadil menegaskan kendati HP ingin membela ulama, namun dia bukanlah bagian dari kelompok ormas manapun.

“Dia bukan anggota ormas terntentu dalam beberapa kegiatan sering ikut seperti aksi 212 dan seterusnya,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu telepon genggam dan dua kartu SIM.‬ Akibat perbuatannya, HP diancam Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 huruf a ayat 2 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.‬ []

Sumber: Okezone

loading...
loading...