ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Sayang, Kamu Dimana?

Foto: Shutterstock
0

ISTRI: “Sayang, kamu dimana?”

“Aku tunggu di tempat pertama kali kita ketemu ya? Jam sepuluh aku menunggu di sana…”

Suami: “Ya istriku. Tapi ada teman-temanku, jadi aku tak enak pulang dulu. Lagian pekerjaanku belum beres.”

Istri: “Ok sayang. Tidak apa apa. Aku akan datang duluan dan menunggumu di sana. Cepat datang ya…”

Suami: “Aku akan cepat menyusulmu. Beri ­aku waktu 1 jam lagi.”

Waktu terus berjalan lima  menit. 20 menit. 45 menit.

Si suami lupa pada janjinya.

Ia asyik bercanda dengan teman-teman kantornya dan tak menyadari HP dalam sakunya low bet dan mati.

Dia baru menyadari waktu telah menunjukan jam 12 tengah malam.

Dia bergegas datang menemui tempat istrinya menunggu.

Tapi tempat itu telah kosong.

Dan dia yakin tentu istrinya telah pulang ke rumah.

Ia sampai di rumah. Tapi rumah sepi.

Ia mendapati ibunya duduk di ruang tamu menangis pilu.

Suami: “Kenapa, Bu? Kenapa jam segini ibu belum juga tidur?”

Ibu: “Dari mana kamu? Istrimu mencarimu. Hapemu mati tak bisa dihubungi…”

Suami: “Dimana istriku sekarang, Bu?”

Ibu: “Istrimu di rumah sakit sekarang. Satu jam lalu istrimu ditemukan dalam keadaan meninggal. ia dirampok dan ditusuk perutnya…”

Suamipun tak mempercayai kata-kata ibunya.

Lalu ia change hapenya dan dengan sisa baterei, ia membuka hape dan beberapa SMS masuk.

“Sayang kamu dimana? Terlambat datang ya?”
“Sayang hapemu kenapa tidak bisa di hubungi.aku telp banyak kali. kamu dimana?”
“Cepatlah datang aku amat takut.segerombolan laki laki mengikuti aku”
“Sayang aku hanya ingin mengucapkan dan mengenang hari dan tempat pernikahan kita.
I love u.” []

Artikel ini beredar viral di media sosial dan blog. Kami kesulitan menyertakan sumber pertama.

loading...
loading...