ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Sang Raja Obat

Foto: yaadentertainment.com
0

“Hendaklah kalian mengambil dua obat penyembuh yakni madu dan al-Quran,” (HR. Ibnu Majah).

SEORANG ahli bakteri, Sackett -Peneliti pada Universitas Pertanian Colorado- pernah mengalami kegelisahan setelah melihat hasil sebuah riset bahwa mayoritas makanan alami (terutama susu) ternyata dapat memindahkan beragam penyakit yang disebabkan oleh bakteri setelah terkontaminasi. Kemudian, giliran madu masuk dalam riset di laboratorium. Seckett pun melakukan penanaman berbagai bakteri dari beragam penyakit pada media yang terbuat dari madu murni. Lalu, ia pun menunggunya beberapa saat.

Hasil mencengangkan yang ia raih pun mengejutkan banyak orang. Mayoritas bakteri tersebut justru mati dalam beberapa jam. Di sisi lain, banyak juga yang mati sesudah melakukan perlawanan dalam beberapa waktu; yang terlama hanya bertahan beberapa hari. Bakteri penyakit tifus mati sesudah dua hari, bakteri typhoid mati sesudah 24 jam, dan bakteri radang paru-paru mati pada hari keempat.

BACA JUGA:
Dai Muda Ini ‘Bulan Madu’ di Medan Dakwah
Al-Quran Nyatakan Madu Sebagai Obat, Maka Yakinlah

Pada kesempatan yang lain, Dr. Lockheed, seorang yang bekerja pada Departemen Peragian di Universitas Otawa, mengulangi kembali riset yang sama. Lantas, ia membuktikan kebenaran hasilnya dan menegaskan bahwa bakteri-bakteri penyebab penyakit bagi manusia akan mati akibat pengaruh madu lebah murni. Ini seperti yang di firmankan Allah dalam An-Nahl :

“Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,’ kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan,” (QS. An-Nahl : 68-69).

Sedangkan dalam shahihul Bukhari, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Kesembuhan itu terdapat dalm tiga hal: (1) minum madu, (2) sayatan alat bekam, dan (3) kay (sundutan) dengan api. Namun, aku melarang umatku dari kay,” (HR. Ahmad).

Lebah hanya dapat mengeluarkan madu yang lezat, setelah berpindah-pindah di antara bunga-bunga indah yang memiliki madu yang baik dan bau yang harum semerbak. Ajaibnya, lebah akan menjauhi segala hal yang beracun dan membahayakan. Seekor lebah yang memiliki kecerdasan, sanggup bekerja keras, menjauhi segala hal yang kotor, juga memiliki keteraturan dan keluhuran jiwa, layak diserupakan dengan seorang mukmin yang jujur keimanannya.

Itulah cara lebah bekerja untuk manusia dengan cara mencerna beberapa unsur gula tersebut. Hal itu mungkin tidak begitu terasa khasiatnya bagi orang yang sehat; yang bisa mencerna gula dengan mudah. Namun, hal itu sangat bermanfaat bagi orang-orang yang sedang sakit dan dalam kondisi lemah. Sebab, zat itulah yang paling mudah dicerna dan palig cepat diserap oleh tubuh. Lebah juga melakukan proses lain yang juga bermanfaat, yakni memadatkan berbagai vitamin dalam madu dan mencegahnya terurai.[]

Sumber: Nabi Sang Tabib/Shubhi Sulaeman/Aqwamedika

loading...
loading...