ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Sandera di Papua Berhasil Dibebaskan, Kapolda Papua: Terima Kasih TNI

0

TEMBAGAPURA—345 warga desa di sekitar Tembagapura, Papua, yang sebelumnya disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB), berhasil dibebaskan oleh aparat kepolisian dari Polda Papua dibantu prajurit TNI dari Kodam XVII Cenderawasih.

Atas hal tersebut, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pangdam XVII Cenderawasih, beserta jajarannya yang turut serta membantu pembebasan sandera.

“Dengan terselesainya penyelamatan sandera kali ini dalam kaitan Satgas terpadu maka kami menghaturkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan TNI. Sehingga upaya penyelamatan masyarakat yang tersandera dapat terlaksana dengan baik,” ujar Boy seperti dikutip dari Detik, Sabtu (18/11/2017).

Prajurit TNI yang terlibat dalam operasi pembebasan sandera ini, menurut Boy, antara lain dari unsur Kopassus, pasukan Raider 751 30 dan Kostrad. Mereka tergabung dalam Tim Satgas Terpadu TNI-Polri.

Operasi pembebasan dimulai dengan melakukan pengintaian oleh prajurit TNI dan Polri, guna mengantisipasi adanya serangan dari kelompok KKB. Kelompok penyandera diduga kabur ke hutan ketika melihat adanya pergerakan dari prajurit TNI dan Polri. Pasca dikuasainya daerah Kimberly dan Bunti, evakuasi terhadap para sandera pun dilakukan.

“Pembebasan sandera hari ini , dewasa 322, anak 23. Dievakuasi dari Kampung Kimberly, Tembagapura,” kata Boy Rafli Amar.

Satgas Terpadu TNI-Polri terpaksa mengerahkan prajurit ke Kimberly dan Bunti, menurut Boy, karena upaya negosiasi yang dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama tak berbuah. Para penyandera memaksakan kehendaknya.

“Kita lihat mereka lebih banyak maunya. Kita pikir ini apa gerombolan seenaknya. Langsung kami TNI dan Polri kuatkan gerakan untuk membebaskan sandera,” kata Boy.

Prajurit TNI dan Polri mulai bergerak ke Kimbely dan Bunti sekitar pukul 8 pagi. Upaya pembebasan hingga proses evakuasi selesai sekitar 5 jam kemudian.

Operasi pembebasan tersebut dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dan Asisten bidang Operasi Kapolri, Irjen M Iriawan. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...