ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Sambut Ramadhan, Mendag Tekan Harga Bahan Pokok Agar Tidak Melambung

Foto: Kumparan.
0 258

JAKARTA–Inspensi mendadak (sidak) ke tiga pasar tradisional di Jakarta, yakni Pasar Senen, Pasar Rawamangun, dan Pasar Induk Beras Cipinang, dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Kamis (13/4/2017), untuk mengecek langsung persediaan bahan pangan menghadapi bulan suci Ramadhan.

Seperti dilansir Kumparan, Enggar memastikan stok bahan pangan seperti beras, gula pasir, daging, dan minyak goreng sangat cukup memenuhi permintaan masyarakat hingga hari Idul Adha atau September mendatang.

“Dari sisi harga dan bahan stok persiapan lebaran dan Idul Adha kita pastikan aman,” kata Enggar saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/4/2017).

Sedangkan untuk ketersediaan beras, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan telah mendapat laporan bahwa stok di beberapa gudang Bulog telah terisi penuh. Sehingga Bulog siap menyalurkan beras kapan saja bila ada indikasi kenaikan harga.

“Saya kira tadi sudah bicara ke agen tidak akan berani naikan harga. Stok kita banyak 2 juta ton lebih. Sampai persiapan Ramadhan bisa masuk 2,5 juta ton ini sangat besar, begitu naik (harganya) saya siram masuk,” tutup Amran.

Untuk menekan harga agar tidak melambung, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan kebijakan satu harga sejak 10 April 2017 hingga 10 September 2017. Menurut Enggar, ada 3 komoditas pokok yang diatur lewat skema harga eceran tertinggi (HET) yaitu gula sebesar Rp 12.500 per kg, minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000 per liter, dan daging beku Rp 80.000 per kg.

Dengan kebijakan tersebut, Enggar mengklaim telah terjadi peningkatan penjualan dan turunnya harga di toko ritel. Kebijakan ini diharapkan akan diikuti juga di pasar tradisional

“Dan ada peningkatan penjualan gula dari 800 kg menjadi 1 ton dalam 2 hari dari satu toko. Ini menunjukan bahwa masyarakat sekarang bisa mendapatkan harga cukup murah,” pungkasnya. []

Comments
Loading...