islampos
Media islam generasi baru

Saat Tanda Hitam Ditemukan di Pundak Ali bin Husain

ilustrasi
0

AMAL shaleh yang kita lakukan setiap hari merupakan usaha kita untuk membuat Allah ridha. Ada amal yang kita syiarkan atau pun kita sembunyikan. Ajaran ini dipraktikan dengan baik oleh Rasulullah melalui variasi amal yang beliau kerjakan. Ada yang sengaja diumumkan atau dilakukan di tempat umum, tak sedikit pula yang disembunyikan, hanya beliau dan Allah yang mengetahuinya.

Kedua hal ini memiliki kelebihannya masing-masing sesuai dengan tabiatnya. Jika amal yang disiarkan bertujuan memotivasi orang lain, perbuatan baik yang disembunyikan merupakan sarana efektif untuk melatih keikhlasan seseorang.

Kebiasaan menyembunyikan maupun mensiarkan amalan ini, banyak kita jumpai pada generasi Rasulullah, sahabat, tabi’in, pengikut tabi’in dan ulama-ulama setelahnya. Yang penting untuk dicatat adalah bagaimana mengupayakan ikhlas dalam setiap amal baik disembunyikan maupun dipublikasikan.

Cucu Ali bin Abi Thalib ini memiliki nama yang sama dengan kakeknya. Oleh sang ayah, ia diberi nama Ali bin Husain. Mengenyam pendidikan karakter dari Sayyidina Husain yang langsung dididik oleh Ali bin Abi Thalib dan mendapatkan sentuhan lembut Rasulullah, Ali bin Husain menjadi pribadi yang luar biasa dalam banyak hal.

Masa itu, terjadi keanehan. Pasalnya, di setiap malam, ada gandum siap masak yang diletakkan tepat di depan pintu rumah orang-orang miskin. Kejadian aneh ini terjadi bertahun-tahun, tanpa seorang pun bisa mengetahui siapa pelakunya.

Tidak heran jika banyak orang miskin Madinah yang hidup tanpa mengetahui dari mana jatuhnya rezeki untuk mereka itu. Setelah Ali bin Husein wafat dan mereka tak lagi menerima rezeki-rezeki itu, keanehan itu tidak pernah terjadi lagi. Barulah mereka menyadari siapakah gerangan manusia dermawan itu.

Kemudian, ditemukan bukti yang mengungkap siapa orang baik yang meletakkan sedekah tersebut. Bekas hitam ditemukan di pundak Ali bin Husain. Hal itu diduga kuat karena panggulan gandum yang setiap malam ia bawa untuk orang-orang miskin.

Fakta ini disaksikan oleh sahabat-sahabat yang memandikan sang jenazah cucu Rasulullah itu.
Subanallah, wal hamdulillah. Kisah ini adalah pukulan telak dan tamparan keras bagi sebagian kita. []

Sumber: dalam kisah Muslim Mereka adalah Para tabi’in Dr. Abdurrahman Ra’at Basya, At-Tibyan, Cetakan VIII, 2009