islampos
Media islam generasi baru

Soal Jima, Wahai Para Istri Ingatlah 9 Pesan Rasulullah Ini

Foto: M Ardiansyah/Islampos
0

Jima, adalah ibadah khusus bagi mereka yang telah menikah. Jima juga salah satu kebutuhan biologis yang harus di penuhi oleh suami dan isteri.

Mengenai jima ini, ada beberapa pesan Rasulullah SAW teruntuk para istri ketika melayani suaminya di tempat tidur.

Pertama. Memberi nuansa kemesraan dengan penampilan

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang jika engkau melihatnya akan membahagiakan dirimu, jika engkau memerintahnya akan mentaatimu, dan jika engkau tidak berada di sampingnya ia akan menjaga hartamu dan dirinya sendiri.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, kecantikan, kerapian serta kebersihan diri sang istri, tentu sangat disukai suami. Maka pada saat akan beribadah khusus di kamar itu, bersoleklah sebaik-baik penampilan yang disukai suami dan di ridhai Allah SWT. Karena itu akan menambah nuansa kemesraan saat berjima’.

Kedua. Mempesona setiap kali di pandang

Rasulullah SAW bersabda, “Istri yang terbaik ialah istri yang mempesonakanmu setiap kali kau pandang…” (HR. An-Nasai).

Selain menjaga penampilan, seorang istri juga seyogyanya berusaha untuk terlihat mempesona saat akan berjima’. Misalnya, dengan tersenyum mesra. Hal tersebut niscaya akan melimpahkan pahala yang sangat besar.

Ketiga. Memenuhi ajakan suami dengan segera

Rasulullah SAW bersabda, “Bilamana seorang suami mengajak istrinya (untuk berhubungan seksual), maka penuhilah dengan segera sekalipun istri sedang sibuk di dapur!” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Hasrat seksual memang sebuah kebutuhan biologis yang tidak bisa ditunda pemenuhannya (bagi suami-istri). Maka dari itu Allah SWT menciptakan makhluk-Nya serba berpasang-pasangan dengan salah satu alasannya, yaitu agar manusia dapat dengan halal menyalurkan hasrat seksual kepada pasangan halalnya.

Istri yang tidak memenuhi keinginan suami dengan segera, maka siksa di akhirat sangatlah pedih untuknya. Dan tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal tersebutlah yang merupakan salah satu faktor ketidak harmonisan dalam rumah tangga.

Keempat. Dilarang bersetubuh ketika haidh dan nifas

Rasulullah SAW bersabda, “…. Maka setubuhilah istrimu sesuka hatimu, dari depan dan dari belakang! Tetapi jangan melalui dubur dan jangan ketika (istrimu) sedang haidh!” (HR. Tirmidzi).

Sebagaimana sudah kita ketahui, bahwasannya wanita yang sedang haidh dan nifas tidak boleh disetubuhi. Juga perlu di ingat bahwa bersetubuh melalui dubur itu tidak diperbolehkan dalam agama. Maka, seorang istri haruslah mengingatkan hal tersebut kepada suami.

Kelima. Dilarang memandangi alat kelamin suami

Rasulullah SAW bersabda, “Tatkala salah seorang diantara kalian bersetubuh dengan istri atau budak wanitanya, maka janganlah memandangi alat kelaminnya! Karena yang demikian itu bisa menyebabkan kebutaan”. (HR. Baihaqi).

Oleh karenanya, janganlah seorang istri melihat kemaluan suami, begitupun sebaliknya meskipun hal tersebut di makruhkan.

Keenam. Dilarang membayangkan tubuh laki-laki lain

Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang menganggap istrinya sebagai ibunya di antara kalian (padahal jelaslah) bahwa istri bukanlah ibu mereka! Ibu mereka tiada lain adalah wanita yang melahirkan mereka. Sesungguhnya mereka itu benar-benar mengucapkan ucapan mungkar lagi dusta!” (QS. Al-Mujadilah ayat 2).

Suatu keharusan bagi suami dan istri saat bersetubuh, adalah dilarang membayangkan wajah orang lain karena dikhawatirkan terjadinya talak dhihar.

Ketujuh. Pandai menata kenyamanan tempat tidur

Sebagaimana pesan Rasul kepada putrinya, Siti Fatimah: “Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring, atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati, berserulah para malaikat untuknya. Teruskanlah amalmu, maka Allah SWT telah mengampunimu dari dosa yang lalu dan yang akan datang.”

Dikarenakan, alas tidur merupakan faktor penting untuk mewujudkan kemesraan dan kepuasan seksual, maka tatalah tempat tidur sebelum istri melayani suami. Karena, yang demikian itu, amat besar pahalanya.

Kedelapan. Merahasiakan usrusan ranjang kepada orang lain

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sehina-hina derajat manusia di sisi Allah kelak pada hari kiamat ialah suami yang menyetubuhi istrinya dan istripun senang melayani persetubuhannya, kemudian salah satu di antara keduanya membuka rahasia persetubuhan itu kepada orang lain.” (HR. Muslim).

Seorang istri yang shalihah pastinya akan menjaga rahasia dengan suaminya saat berjima’ karena yang demikian itu merupakan salah satu upaya menutup aibnya.

Kesembilan. Memahami etika bersetubuh

Dengan memahami etika bersetubuh yang baik, dari segi kesehatan dan agama tentunya akan menghasilkan kenikmatan dan melahirkan generasi-generasi yang shalih dan shalihah. Wallahu a’lam. []

Sumber: 100 Pesan Nabi pada Wanita.

loading...
loading...