Rusia Tuding Israel Pasok Senjata ke Suriah

0

REZIM Israel terus meningkatkan bantuan militer kepada setidaknya tujuh faksi kelompok anti-rezim Suriah. Keputusan itu diambil Tel Aviv menyusul perkembangan di palagan Suriah dalam beberapa bulan terakhir yang menunjukkan keberhasilan pasukan Suriah mengambil alih sejumlah wilayah dari tangan pemberontak, terutama di selatan Suriah atau perbatasan Israel-Suriah di Dataran Tinggi Golan.

Mengutip peneliti Regional Thinking — lembaga tangki pemikir Israel — Elizabeth Tsurkov yang mewawancarai sejumlah serdadu pemberontak di Golan, Haaretz, Rabu 21 Februari, menulis adanya peningkatan bantuan senjata dan amunisi dari Israel ke Suriah. Mereka juga dituding telah mendapatkan bantuan danadari Tel Aviv untuk membeli tambahan persenjataan.

Peningkatan bantuan itu terjadi ketika Amerika Serikat secara signifikan mengurangi keterlibatannya di selatan Suriah. Pada Januari lalu, pemerintahan Presiden Donald Trump memutuskan menutup pusat operasi Dinas Intelijen Rahasia CIA di Amman, Yordania.

Pusat operasi ini sebelumnya berperan penting dalam menyuplai logistik dan persenjataan bagi kelompok anti-Assad di selatan Suriah. Akibatnya, puluhan ribu serdadu anggota anti-Assad yang terbiasa menyusu kepada Washington dilaporkan kelimpungan.

Selain persenjataan, Haaretz juga melaporkan Israel mengirim bantuan obat-obatan, makanan, dan pakaian ke desa-desa di Golan yang dikuasai kelompok anti-Assad. Pengiriman bantuan yang berada di bawah operasi bernama “Good Neighbor“ itu telah berlangsung selama setahun.

Related Posts
1 of 15

Menurut Tsurkov, manuver Israel bertujuan untuk menghadang gerak maju pasukan Suriah dan sekutunya ke Golan yang berbatasan langsung dengan Israel. Sejak 1967, Golan bagian timur dicaplok Israel sedangkan bagian barat kini jatuh ke tangan pemberontak yang sebagian besarnya berasal dari kelompok pro-Al-Qaeda.

Memasuki tahun ketujuh, palagan Suriah kian mengokohkan posisi pemerintah Assad. Bulan lalu, menurut Haaretz, pasukan Suriah dan sekutunya berhasil mengambil alih desa Beit Jin di utara Golan yang hanya 15 kilometer dari perbatasan Israel dari tangan kelompok pemberontak. Pejabat puncak di militer Israel dan kabinet Benjamin Netanyahu percaya bahwa Assad berniat untuk mengambil alih seluruh Golan dari Israel.

Walhasil, selain memperkuat kelompok pemberontak di Golan, Tel Aviv kian gencar melancarkan serangan udara atas posisi-posisi pasukan Suriah dan sekutunya.

Sejak lama, militer Israel memang kerap mengincar target-target yang mereka duga sebagai konvoi suplai senjata ke Hizbullah, milisi Lebanon yang merupakan rival sengit Israel. []

SUMBER: ROL, HAARETZ

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline