Rusia dan AS Bersitegang soal Suriah

0

WASHINGTON—Kabar adanya serangan senjata kimia di Douma, membuat Suriah kembali menjadi sorotan internasional. Dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa kemarin Rusia dan Amerika Serikat bersitegang soal penggunaan senjata kimia di Suriah.

Washington dan sekutunya kini tengah mempertimbangkan akan melancarkan serangan militer ke Suriah sebagai respons atas dugaan serangan senjata kimia di Douma.

Trump dilaporkan akan menggelar rapat dengan para pejabat militer dan berjanji akan mengambil keputusan secepatnya tentang dugaan serangan senjata kimia di Suriah.

“Orang-orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak karena serangan sembrono senjata kimia di Suriah,” tulis Trump di akun Twitternya,

Trump menuduh Rusia, dan Iran bertanggung jawab di balik serangan tersebut.

“Kawasan yang diserang itu dikepung tentara Suriah, membuat dunia luar tidak punya akses. Presiden Putin, Rusia, dan Iran bertanggung jawab karena mendukung Assad si Binatang. Mereka harus membayar mahal. Dia (Putin) akan membayar, semuanya akan membayar mahal,” kata Trump.

Sebagai balasan dari reaksi Trump itu Rusia menyatakan siap menghadapi serangan AS di Suriah.

“Kalau ada serangan Amerika maka kami akan menembak jatuh rudal mereka dan menentukan dari arah mana rudal itu diluncurkan,” kata Duta besar Rusia untuk Libanon di Beirut Alexander Zasypkin.

Pernyataan Zasypkin itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi simpatisan Hizbullah. Ucapan sang dubes mempertegas pernyataan Rusia sebelumnya yang menyebut akan melindungi rezim Basyar al-Assad dengan sistem pertahanan udara mereka.

Trump kemudian merespons pernyataan Rusia itu lewat kicauan di media sosial Twitter.

“Rusia bersumpah akan menembak jatuh segala rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena rudal akan datang, rudal baru yang hebat dan cerdas!” tulis Trump dalam kicauannya di Twitter.  

Di jalur diplomasi, Dewan Keamanan PBB gagal menyepakati tiga usulan resolusi dalam insiden dugaan serangan senjata kimia di Suriah. Namun, Rusia memveto resolusi tersebut.

Rusia dan Rezim Assad di Suriah tak mengakui serangan senjata kimia di Douma. []

SUMBER: POLITICO |TELEGRAPH | THE STRAITS TIMES

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline