ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Rezim Myanmar Bantah Aniaya Rohingya

0

MYANMAR—Militer rezim Myanmar dilaporkan telah membantah tuduhan tindak kekerasan yang mereka lakukan terhadap Muslim Rohingya.

Menurut laporan PressTV pada Selasa (14/11/2017) militer Myamar bantah telah melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan penghancuran harta benda, terhadap etnis Muslim Rohingya yang di negara bagian Rakhine.

Dalam sebuah laporan internal yang dirilis Senin (13/11/2017), Myanmar justru menyalahkan anggota kelompok yang mereka sebut Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), yang dikatakan telah menyerang 30 pos polisi Myanmar dan sebuah markas batalyon tentara pada 25 Agustus 2017 silam.

“Pasukan keamanan tidak melakukan penembakan terhadap penduduk desa yang tidak bersalah dan kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan terhadap wanita, mereka tidak menangkap, memukul dan membunuh penduduk desa,” kata laporan tersebut.

Diposting di halaman Facebook resmi militer, laporan tersebut juga menyatakan bahwa tidak benar pasukan keamanan merampok Rohingya serta membakar masjid dan desa mereka.

Namun, Amnesty International menggambarkan laporan tersebut sebagai upaya militer Myanmar untuk “Tak mengakui pelanggaran serius terhadap Muslim Rohingya.”

“Ada banyak bukti bahwa militer telah membunuh dan menyiksa Muslim Rohingya dan membakar desa mereka hingga hangus,” kata kelompok HAM yang berbasis di Inggris tersebut.

“Setelah merekam banyak cerita horor dan menggunakan analisis satelit untuk melacak kehancuran yang berkembang, kita hanya bisa mencapai satu kesimpulan: serangan ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambah laporan tersebut.

Dalam sebuah laporan CNN yang diterbitkan pada Senin, Mumtaz, seorang wanita pengungsi Rohingya dari desa Tula Toli di Myanmar barat, telah menggambarkan pembunuhan massal terhadap warga yang masih hidup sebelum mencapai Bangladesh, di mana kondisinya sangat mengerikan. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...