ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Rezeki Datang sendiri atau Harus Dicari?

0

Advertisements

KONON, ada beberapa hal yang merupakan rahasia Illahi, yaitu kelahiran, kematian, rezeki dan jodoh.

Nah, terkait rezeki, ada yang bilang harus dicarai, tapi ada juga yang bilang rezeki itu datang sendiri. Mana yang benar?

BAC AJUGA: Rezeki Itu Misteri, Mati Itu Pasti

Imam Malik berpendapat, “Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rizki, Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ

“Andai kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal niscaya Allah akan berikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang” (HR. Ahmad dan yg lain)

Namun, Imam Syafi’i berbeda dengan Imam Malik dalam hal ini. Dia mengatakan bahwa seandainya burung itu tidak keluar dari sangkarnya dan pulang kembali niscaya tidak akan mendapat Rizki, artinya ia telah melakukan usaha.

Masing-masing bertahan pada pendapatnya, Imam Malik mengambil potongan hadist (Niscaya kalian akan diberikan Rizki sebagaimana burung). Sedangkan Imam Syafi’i yang juga murid Imam Maliki, mengambil sisi hadist (Kalau burung tidak keluar dari sangkarnya maka tidak akan mendapatkan rizki).

Imam Asy Syafi’i ingin memperkuat argumennya untuk sang guru, maka ia keluar meninggalkan Imam Malik dalam keadaan berpikir, di tengah jalan ia mendapatkan orangtua sedang memikul plastik yang berisi sesuatu yang berat, lalu Imam Syafi’i menawarkan diri untuk membawanya.

Related Posts
1 of 2

“Wahai Paman bolehkah aku membantumu?” ujarnya, lalu Imam Syafi’i memikul barang bawaan tersebut.

Ketika sampai ke rumah orangtua itu, ia pun memberi Imam Syafi’i beberapa biji kurma sebagai balas jasa kebaikannya.

Imam Syafi’i bahagia karena telah mendapatkan ide untuk menguatkan pendapatnya, “Seandainya aku tidak membantu orangtua tadi, niscaya orangtua itu tidak akan memberikan kurma ini kepadaku,” gumamnya.

Dia pun bergegas menjumpai gurunya, Imam Malik,  dengan membawa beberapa biji kurma tadi.

Sesampainya di tempat Imam Malik, ia pun meletakkan kurma tersebut di hadapannya sembari menceritakan kisah yang terjadi. Mendengar kisah yang diceritakan, Imam Malik pun tersenyum sambil mengambil kurma dan mencicipinya lalu berkata kepada  Imam Syafi’i, “Engkau telah membawa kurma ini kepadaku tanpa usaha dariku.”

Keduanya sama-sama berhasil membuktikan hadis dan argumennya. Kedua Imam yang mulia ini mengambil dua hukum yang berbeda dari hadist yang sama, dan hal ini merupakan keluasan rahmat Allah.

BACA JUGA: Siapa Sebenarnya Penyebab Turunnya Rezeki Kita?

Jadi, intinya bukan mana yang paling benar, berdiam diri atau berusaha dalam mencari rezeki, tapi bagaimana memandnag perbedaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Semoga kisah diatas bisa diambil hikmahnya. []

SUMBER: MUKMINPEDIA

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline