ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Reuni 212: Lebih dari Sekadar Nostalgia

0

Advertisements

Oleh: Fadh Ahmad Arifan
Penulis adalah Alumnus MAN 2 kota Malang

MENDENGAR kata “reuni”, apa yang terbayang dalam pikiran kita? kumpul-kumpul kembali di sebuah tempat dengan orang-orang yang sama. Sama-sama pernah satu sekolah, satu kampus bahkan satu rasa dan misi. Pada artikel kali ini, saya ulas Reuni aksi 212. Aksi 212 bukanlah peristiwa biasa. Ia adalah aksi lanjutan dari aksi demo 411. Kedua aksi massa ini sasaran tembaknya adalah Ahok. Gara-gara pidatonya saat di pulau seribu, dia menista surah Al Maidah ayat 51.

Tahun 2017, panitia reuni 212 menggabungkannya dengan momen Maulid Nabi Muhammad saw. Tetapi tahun ini suasananya lain. Perayaan Maulid Nabi diadakan terpusat di masjid Istiqlal. Sementara peserta aksi reuni memadati tugu Monas, stasiun KRL dan bundaran Hotel Indonesia (HI). Kawan facebook saya, Reka pamungkas yang memantau dari dekat reuni 212 memberi tahu bahwa jumlah massa membludak seperti saat aksi 212 tahun 2016. Bahkan komedian Kiwil turut serta dalam reuni hari ini. Hanya saja ia meneriakkan “2019 tambah istri..”.

Saya menilai aksi reuni 212 lebih dari sekedar nostalgia. Nostalgia yang saya maksud adalah keberhasilan jutaan massa menyeret penista surah al-Maidah ayat 51 ke meja hijau. Reuni 212 ini merupakan “media” bagi dua pihak. Pertama, dari beberapa foto yang beredar di beranda facebook, terlihat sebagian besar peserta reuni memakai topi berlafadzkan kalimat tauhid dan mengibarkan panji al Liwa dan ar Royah. Adanya topi berlafadz tauhid dan panji-panji ini merupakan tanda eks-HTI kembali menunjukkan eksistensinya.

Related Posts
1 of 122

Simak baik-baik tulisan berjudul “AIR BAH HTI”. Tulisan ini karangan Dr. Ibnu C. Ma’ruf. Sang penulis menyatakan begini, “Jika kemarin orang tidak mengenal al Liwa dan ar Royah, lalu HTI mengkampanyekannya dengan program Masirah Panji Rasulullah. Memang, saat itu HTI dihadang, dipersekusi, dan diintimidasi. HTI legowo dengan perlakuan tersebut. Tapi lihatlah sekarang, siapa yang tidak kenal al Liwa dan ar Royah? Bahkan, al Liwa dan ar Royah dikibarkan dengan gagah oleh umat yang bahkan belum pernah bersentuhan dengan HTI. Lihatlah di sepanjang jalan di dekat Monas,al Liwa dan ar Royah dijual oleh pedagang asongan seperti kacang goreng. Saya yakin, aktivis HTI melihatnya dengan rasa syukur yang tiada duanya.”

Pernyataan ini seakan-akan HTI Superhero alias pahlawan yang berjasa mempopulerkan panji al Liwa dan ar Royah. Biarlah mereka mengklaim begitu. Itu bagian dari hak mereka menyuarakan pendapat di alam demokrasi.

Kedua, Jika petahana dengan mudahnya meraih dukungan di kalangan pondok pesantren, keluarga Gus dur dan kaum Tarekat (misalnya JATMI), maka reuni 212 adalah “media” paslon nomor dua meraih dukungan. Dilansir dari laman IDN Times (2/12/2018), “Saya tidak boleh kampanye. Jadi saya hanya ingin mengucapkan terima kasih bahwa saya diundang oleh panitia. Ini kehormatan bagi saya. Saya bangga melihat jutaaan umat Islam damai dan tertib,” ucapan paslon nomer dua tersebut langsung disambut teriakan peserta reuni 212 yang memanggil-manggil namanya. “Prabowo.. Prabowo.. Prabowo..” teriak beberapa peserta.

Lantas dimanakah Petahana? Konon beliau akan diundang panitia reuni 212, ternyata tidak nampak hadir hingga berakhirnya acara reuni 212. Akhirul kalam, reuni 212 tetap berjalan lancar dan tertib walau tanpa kehadiran Habib Rizieq shihab. Perlu kita apresiasi pidato gubernur DKI Jakarta Dr. Anies baswedan. Dikutip dari laman Tirto.id beliau berpesan “Tempat ini tempat untuk kita semua. Karena itu tak ada kewajiban punya KTP untuk masuk ke daerah ini. Katanya semalam beredar itu ya [kewajiban memperlihatkan KTP sebelum masuk ke Monas]? Karena sudah pasti yang masuk ke sini warga negara Indonesia. Jadi saudara sekalian, ini tempat milik umum, milik semua. Monas adalah milik seluruh warga Indonesia.”. Wallahu’allam. []

OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline