ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Resolusi 2019, Wangi Surga

0

Advertisements

Oleh: Novita N
Ibu rumah tangga, pengelola HSG PAUD TK di Bandung

BI idznillah, kita diberikan izin lagi bertemu tahun baru. Banyak yang berlomba-lomba merangkai resolusi 2019. Mulai dari anak-anak sampe mamak-mamak juga pada buat nampaknya.

Coba liat dong bocoran resolusinya mak? Lunas kredit rumah or kendaraan roda empat kah? Naik penghasilan, dipromosiin jabatan kita? Atau goalnya kakak sulung keterima di PTN favorit seluruh umat? Kalau resolusi kita sebagai hamba apa mak-e? Sudah tergambarkah?

BACA JUGA: Ini Harapan Anies Baswedan di Tahun 2019

Kadang kita terlupa, bagian kehidupan kita itu bukan hanya di dunia ya mak. Makanya sering banget kalau denger pengumuman ada yang tutup usia kita nyebut ‘ inna lillah wa inna ilahi ra’jiuun ‘. Udah pada hapal kayanya artinya ya. Artinya sesungguhnya setiap hal itu milik Allah dan akan kembali padaNya. Termasuk umur kita juga kan mak. Makanya harusnya selain resolusi 2019 yang aromanya sukses dunia, kita juga kudu concern sama perkara akhirat juga kan. Itu baru cakep kan mak.

Salah satu poinnya yang kudu kita cek soal posisi kita sebagai hambaNya Allah itu ngecek soal perkara Allah ridho nggak sama diri kita. Atau jangan-jangan bukannya ridho malah Allah udah ninggalin kita mak. Na’udzubillah min dzalik. Beberapa hari ke belakang, emak Aka ini dapet bocoran tetesan ilmu dari ustadz di kajian hadits. Di dalam kitab, Ayyuhal walad, salah satu kitab besutan ulama besar Imam al-Ghazaliy.

Dikutip 1 hadits yang diriwayatkn dari Imam Malik, Imam at-Tirmidzi, Imam Ahmad dsb. Bunyi sabda Rasulullah SAW tsb:

“Salah satu tanda i’radhNya Allah SWT pada hambaNya adalah jika (hambaNya) melakukan perkara yang tidak bermanfaat bagi dirinya atau pada diri seseorang, hilang 1 jam dari umurnya tidak sesuai dengan tujuan untuk apa ia diciptakan.. ”

Haditsnya sebetulnya lebih panjang mak, tapi dipotong aja ye. Mari kita fokus dulu ke kata i’radh. I’radh secara bahasa artinya berpaling, cuek kalau bahasa anak-anak muda mah. Hanya saja, kalau kita cek rasa bahasa i’radh ini, dia bermakna Allah meninggalkan hambanya namun perkaranya terbilang nggak berat. Karena kalau berat mak, biasanya padanan kata yang dipake adalah tawallaa atau tadaabara. Cuma ya tetep aja ya mak, seringan-ringannya Allah SWT cuek sama kita ya berarti kita jauh dari ridhoNya, kurang berkah dan nggak tenang hidup kita. Itu soal arti i’radh.

BACA JUGA: 6 Segmen dalam Debat Perdana Pilpres 2019

Yang kedua mari kita fokus ke hal kedua yang jadi tanda Allah SWT berpaling dari kita. Yaitu saat hamba itu mengisi satu jam atau waktunya bukan sesuai tujuan dia diciptakan. Nah mak, kenapa yang ini dibikin fokus juga, sebab banyak dari kita yang lupa bahwa kita tuh punya misi hidup, kita tuh diciptakan untuk satu goal besar yang awesome.

Udah jelas bin terang banget sebagaimana yang tercantum di QS al-Dzariyat ayat 57, yang bunyinya, ” Tidaklah Aku ( Allah SWT) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah padaku “. Jadi mamak-mamak kece badai semuanya, jelas banget, tujuan kita ini cuma buat ibadah aja sama Allah SWT.

Dan tanda Allah SWT nggak ridho sama kita tuh kalau ada satu jamnya kita dilalui tanpa untuk beribadah. Aah ibadah mah atuh cetek, aku tiap hari ibadah. Apakah ada emak-emak kece yang ngomong gitu di hati kecilnya?

Nah mak, soal ibadah ini biar nggak banyak versi en kompak jawab artinya mending kita ngerujuk aja ya sama Imam Ibnu Katsir ketika mentafsirkan ayat tadi. Kata beliau ra, makna ibadah itu 3. Taat, tunduk dan terikat dengan syariatNya itu. Nah kalau seorang hamba udah ibadah, artinya 3 hal tadi terus berjalan berproses dalam diri dia.

Terus apa hubungannya dengan resolusi tahun baru kita? Ya itu tadi mak, scrool lagi ke atas dong hehe. Kalau kita pengen cakep nih resolusi 2019-nya, ayu dong kita sama-sama masukin relationship goal kita ke Allah SWT. Ya itu, selalu berusaha dan berproses untuk taat, tunduk dan terikat dengan syariatNya.

Loading...

Kayaknya kita juga kudu agak-agak semangat ya mak soal mewujudkan hal ini. Secara tsunami, gempa en musibah udah sering mampir juga di nusantara. Kali ya ini juga teguran mungkin selama ini tujuan hidup kita jauh dari wangi akhirat. Tapi moga aja ya, kita nggak termasuk orang yang dapet i’radh tadi. Naudzubillah min dzalik.

Gimana mak, siap sama-sama buat resolusi 2019 wangi syurga? Siap balik lagi ke syariatNya secara kaaffah. Insya Allah ya mak, kita berusaha en berproses, supaya hidup kita diridhoi Allah SWT di dunia dan akhirat. Aamiin. Wallahu’alam bish shawab. []

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: redaksi@islampos.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Artikel Terkait :

Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend