islampos
Media islam generasi baru

Resahkan Calon Jamaah, Dugaan Pungli di Kankemenag Bekasi Harus Segera Diusut

Foto: Huffington Post
0

JAKARTA–Dugaan pungutan liar yang terjadi di Kabupaten Bekasi, terjadi ketika jamaah selesai melakukan foto dan hendak mendapatkan salinan SPPH dari petugas kantor Kemenag Kabupaten Bekasi. Calon Jamaah haji diminta secara terang-terangan uang sebesar Rp 150 ribu hingga 200 ribu.

Namun sampai saat ini Komisioner Komisi Pengawas Haji indonesia Syamsul Maarif mengatakan KPHI belum melakukan pemantauan terkait adanya pungutan liar pendaftaran haji di Kabupaten Bekasi.

“KPHI saat ini belum mendapat laporan adanya pungli-pungli terkait haji di daerah. Mereka juga tidak melakukan pemantauan terkait masalah tersebut,” kata Syamsul.

Syamsul mengatakan, jika benar ada pungli, maka oknum yang memungut harus ditindak oleh atasannya. KPHI hanya akan bertindak jika memang penyelewengan yang dilakukan dalam skala besar dan bersifat massal.

“Saya rasa lingkup kasus ini masih kecil, dan tidak perlu hingga KPHI turun, seharusnya Kakanmenag saja sudah cukup untuk mengusut kasus ini,” kata dia, dilansir Republika, Kamis (6/4/2017).

Salah satu warga Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi Edy S hampir menjadi korban pungli petugas Kankemenag daerahnya.

“Saya hampir jadi korban pungli oknum Kemenag Kabupaten Bekasi saat mendaftar haji reguler di Kemenag Bekasi. Istri saya yang dimintai Rp 150 ribu per SPPH,” ungkapnya pada Selasa (4/4/2017).

Edy mengaku, sebelum dirinya dan istri dipanggil untuk proses stempel, telah melihat oknum petugas di kantor itu, secara terang-terangan kepada jamaah suami istri meminta biaya Rp 200 ribu per SPPH sehingga total Rp 400 ribu.

“Ketika saya tanya kepada sang suami jamaah tadi, uang apa Pak? Dia jawab untuk pendaftaran. Lalu saya bilang, enggak ada itu Pak. Harusnya gratis. Lalu si suami tadi bilang, ah sudah, enggak apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Pendaftaran Haji Kemenag Noer Aliya Fitra saat dikonfirmasi mengenai hal itu membantah dengan keras. Dia menegaskan, proses pendaftaran haji reguler gratis dan bebas dari segala macam pungutan.

“Proses pendaftaran haji yang didahului validasi dari perbankan syariah di tempat tinggal jamaah dan hanya menyiapkan Rp 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi. Di luar itu, tak ada pungutan lain. Kalau biaya materai itu tanggung jawab jamaah,” kata Noer.

Noer memastikan, hal itu adalah pungli dan dia berjanji akan menindaklanjuti kejadian semacam itu. “Terima kasih informasinya,” katanya. []