Ramadhan dan Cita-cita Orang Beriman

0

Oleh: Rosandi Ardi Nugraha
Dosen, Tenaga Ahli Komisi VIII FPKS DPR RI

BEBERAPA hari lagi orang-orang beriman akan berjumpa denga Ramadhan, kerinduan yang tiada terkira bergumuruh dalam dada setiap pribadi manusia beriman.

Kehadiran Ramadhan adalah harapan dan cita-cita yang bersatu dalam diri seorang mukmin, ada harapan dan cita-cita agar bertemu dan berhasil mengisinya dengan prestasi amaliyah. karena cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang dan tujuan hidup akan masa depannya.

Tergambar dalam do’a visioner yang dilantunkan 2 (dua) bulan sebelum datangnya Romadhon, Allahumma bariklana fii rojaba wa sya’bana wa baligna romadhon. ya Allah berkahi kami di bulan rajab dan syaban dan pertemukan kami dengan bulan romadhon

Doa tersebut telah mengajarkan tentang arti penting cita-cita dan menjadikannya sebagai visi sekaligus misi dalam mengisi momentum waktu dalam kehidupan.

Related Posts
1 of 11

Bagi orang beriman setiap momentum akan selalu di upayakan menjadi ladang amal kebajikan untuk mempersembahkan kualitas dan kuantitas produktifitas amal shalih.

Romadhon tidak hanya di pahami sebagai bulan khusus yang Allah swt berikan kepada kaum muslimin, akan tetapi sebagai bulan penyadaran betapa pentingnya cita-cita menghadirkan kebaikan dalam semua dimensi kehidupan.

Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’du ayat 11). Kemudian diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW. :“Sesungguhnya segala pekerjaan itu tergantung akan niatnya, dan hasil yang akan diperoleh seseorang itu, tergantung apa yang diniatkannya. ” (HR.Bukhari-Muslim).

Dari firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw di atas, mensyaratkan agar segala harapan yang kita inginkan dalam bentuk cita-cita, hendaknya disisipkan niat yang mantap, usaha yang gigih dan konsentrasi yang penuh, dalam upaya mewujudkannya. Marilah kita azzamkan dalam diri kita masing-masing semangat dan disiplin yang tinggi, yaitu ketaatan yang didasari atas kesadaran diri untuk melakukan tindakan dan usaha dalam meraih cita-cita, dengan suatu keyakinan bahwa “hari esok harus lebih baik dari pada hari ini.”

Semoga kehadiran Romadhon tahun ini menjadi momentum yang lebih baik dari sebelumnya, kuantitas dan kualitas ibadah mengkapitalisasi menjadi lonjakan produktifitas amal kebajikan dalam mengapai keridhoan Allah swt menuju syurga-Nya. []

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline