Protes Trump, Ratusan Toko Kelontong Milik Warga Yaman-AS Pilih Tutup

0 176

NEW YORK – Ratusan toko kelontong dan warung milik warga Yaman-Amerika, yang biasa disebut bodega, ditutup selama beberapa jam untuk memprotes kebijakan pembatasan imigrasi yang diterapkan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan BBC, diperkirakan terdapat sekitar 6.000 bodega di New York dan aksi protes pada Kamis petang waktu setempat tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 warung.

Salah satu toko yang ikut tutup adalah bodega milik Adnan Alshabbi, yang biasanya buka 24 jam dan ramai dicari warga New York yang ingin mendapatkan sandwich pada pukul 4.00 atau 5.00 pagi.

Karena tak pernah tutup, Alshabbi membeli beberapa gembok.

Yang juga ikut aksi protes ini adalah Sulaiman Alaodyi, pemuda berusia 24 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai kasir di warung Best and Tasty di kawasan Bronx.

“Kami ingin mengirim pesan bahwa kami berada di sini. kami memprotes sebagai simbol solidaritas kepada sesama saudara kami yang ditahan di bandara atau yang tertahan di bandara di negara lain,” kata Alodyi.

“Ini jelas tidak adil,” tambahnya.

Presiden Trump menandatangani keputusan melarang masuk ke Amerika bagi warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim: Iran, Irak, Yaman, Suriah, Libia, Somalia, dan Sudan. Larangan ini berlaku selama 90 hari.

Yang juga dilarang masuk saat ini adalah para pengungsi.

Protes menurup warung dan toko kelontong milik warga Amerika keturunan Yaman diserukan melalui Facebook, yang menyatakan bahwa toko-toko dan warung ini punya peran penting dalam menggerakkan perekonomian di New York.

Selain itu, toko dan warung ini juga punya peran sebagai ‘perekat sosial’.

“Selama penutupan berlangsung, para pemilik menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat untuk saling dukung satu sama lain.”

Saat toko dan warung ditutup, digelar pula aksi unjuk rasa di depan balai kota Brooklyn yang diikuti ratusan warga Amerika keturunan Yaman. Mereka memadati anak tangga di depan balai kota sambil melambaikan bendera Amerika.

“Kami beraksi di sini demi keadilan dan martabat kemanusiaan,” kata salah seorang pesert aksi, Yousef al-Baadani.[fq/islampos]

loading...
loading...