islampos
Media islam generasi baru

Priyo Budi akan Diperiksa KPK soal Dugaan Korupsi Pengadaan Al-Quran

Foto: Tirto
0

JAKARTA—Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014, Priyo Budi akan diperiksa KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi pengurusan pengadaan Al Quran di Kementerian Agama Tahun Anggaran 2011-2012.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fahd El Fouz (FEF)– tersangka dugaan korupsi pengurusan anggaran dan pengadaan Al-Quran–,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Selain Priyo, Febri mengungkapkan, KPK juga akan memeriksa dua saksi lainya dalam penyidikan kasus di Kemenag tersebut, yakni mantan anggota DPR RI 2009-2014 Nurul Iman Mustofa dan Dewi Coryati, seorang ibu rumah tangga.

Sebelumnya, KPK telah menahan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tersebut sejak Jumat, 28 April 2017 silam, sehari setelah ia ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur Jakarta Selatan,” papar Febri.

Menurut Febri, KPK telah mengantongi bukti yang cukup untuk menetapkan kader Golkar itu sebagai tersangka.

Dalam kasus ini ada dua tersangka yang telah divonis yakni mantan anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar. Ia divonis 15 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 1 bulan kurungan.

“Tersangka kedua, Dendy Prasetia—anak dari Zulkarnaen—yang divonis 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 1 bulan kurungan pada 2013,” tutur Febri.

Zulkarnaen, Dendy dan Fahd menerima Rp14,39 miliar dari Abdul Kadir Alaydrus sebagai commitment fee sebesar Rp4,74 miliar untuk pengadaan laboratorium komputer dan Al-Quran pada 2011 dan 2012 sejumlah Rp9,25 miliar, ditambah Rp400 juta karena berhasil memperjuangkan anggaran dalam APBN-Perubahan.

“Zulkarnaen Djabar menurut hakim terbukti memperjuangkan anggaran Kemenag dalam APBN-Perubahan 2011 sebesar Rp3 triliun, termasuk pengadaan Al-Quran sebesar Rp22 miliar direvisi menjadi Rp22,8 miliar dan anggaran laboratorium komputer MTs sebesar Rp40 miliar,” beber Febri.

Sehingga, Febri menambahkan, Zulkarnaen memperjuangkan total anggaran Kemenag sebesar Rp130 miliar termasuk anggaran buku keagamaan sebesar Rp59 miliar padahal usul awal adalah Rp9 miliar.

Selanjutnya Zulkarnaen, Dendy, dan Fahd El Fouz melakukan intervensi kepada pejabat Kemenag untuk memenangkan PT Batu Karya Mas dalam proyek pengadaan laboratorium komputer MTs dan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (PT A31) dalam proyek penggandaan Al-Quran 2011. []

Sumber: Tirto

loading...
loading...