Prabowo Subianto Ajak Cendekiawan Berani dan Jujur

0

JAKARTA–Dalam dialog bertajuk “Kepemimpinan Bangsa Yang Bermartabat dan Berkeadilan” Prabowo Subianto mengajak para cendekiawan agar berani dan jujur melihat persoalan ekonomi yang mendera bangsa saat ini.

Dialog yang diadakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini, digelar di Jakarta, Senin malam.

“Saya mohon cendekiawan punya keberanian dan kejujuran hati, katakan yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah. Berani melihat fakta, jangan tunggu pihak asing mengajarkan kita,” kata Prabowo seperti disitat dari Antaranews.

Prabowo mengatakan, meski bukan ahli ekonomi, namun sebagai mantan prajurit militer dirinya dekat dan sudah lama mempelajari pertahanan negara.

Dia menemukan dua kesimpulan besar, pertama bahwa faktor utama pertahanan negara terletak pada kekuatan ekonomi. Kedua, setiap peperangan selalu bermuara pada perebutan sumber daya alam.

“Amerika Serikat masuk ke Irak katanya untuk membawa demokrasi tapi kenapa dia tidak mikir masuk ke Zimbabwe yang tidak demokratis, itu karena Zimbabwe tidak ada minyak. Saya pelajari perang, saya dapat pencerahan bahwa pertahanan tidak bisa tanpa ekonomi dan ternyata benar,” kata Prabowo.

Berbicara tentang perekonomian nasional sebagai landasan pertahanan bangsa, Prabowo menyampaikan bahwa filosofi ekonomi yang dianut bangsa Indonesia selama ini bertentangan dengan Pancasila.

Dia mempertanyakan sekaligus sedih, mengapa ahli ekonomi dan para guru besar tidak mau mengungkap hal tersebut.

“Tapi Alhamdulillah setelah sekian belas tahun akhirnya saya dipanggil tokoh-tokoh FE UI, dan mereka mengakui apa yang saya sampaikan benar. Bahwa ekonomi neoliberal sebuah sistem yang salah,” ujar dia. []

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline