ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Potensi Berpikir

0

Advertisements

Oleh: Erlina Amir
Pemotivasi Kebaikan

KEHIDUPAN dapat di jadikan wadah untuk menggunakan waktu, mempersiapkan diri, agar menjadi pribadi yang kokoh dan bermanfaat.

Namun, layaknya sebuah benda yang bergantung pada benda lain, maka jika pengait benda tersebut tidak kuat maka akibatnya adalah mudah terlepas dari tempat ia bergantung dan akan hilanglah manfaatnya.

BACA JUGA: “Hanya Orang Sehat Jiwa dan Pikiran yang Harus Ada di Lingkaran Prabowo dan Jokowi”

Gantungan kunci yang dikaitkan kepada sebuah kunci akan memperindah tampilan kunci tersebut. Gambar atau bentuk serta sentuhan warna menambah apik sebuah pintu, lemari atau laci.

Namun apakah kita memahami bagaimana gantungan kunci tersebut harus bertahan agar tetap berada ditempatnya? Ia mudah terkoyak dengan gerakan tangan manusia yang melakukan buka-tutup dengan memutar kunci tempat ia bergantung.

Ditambah dengan hentakan kasar yang dilakukan oleh sebagian penggunanya, sehingga gantungan kunci akan terbentur dengan badan pemilik kunci tersebut. Terbayangkan betapa sakit yang dirasakannya. Jika terlepas, hilanglah manfaatnya.

Begitu juga dalam menjalani kehidupan. Jika bergantung pada sesuatu yang memiliki pencipta (bergantung pada makhluk), maka bersiaplah untuk kecewa.

Bergantunglah dan beribadahlah hanya kepada Allah yang memiliki kuasa atas kehidupan manusia. Yang tidak pernah salah dalam memberikan setiap peristiwa yang akan dialami oleh makhluknya.

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (QS Al-Baqarah [2] ayat 21).
Salah satu bentuk ibadah adalah dengan berdakwah

Dengan iman yang kuat maka akan tercipta hakikat hidup bermakna. Tidak hanya sekedar hidup dengan pola yang monoton seperti makan, tidur, bekerja dan refreshing saja.

“Mereka itulah orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan” (QS Hud [11] ayat 21).

BACA JUGA: 4 Alasan Mengapa Anda Harus Berpikir Positif

Manusia makhluk yang lemah, terbatas dan bergantung kepada Allah. Namun karena akal manusia itulah sehingga manusia memiliki potensi untuk berpikir. Jika potensi digunakan dengan baik, maka akan menghasilkan pemikiran yang mustanir. Pemikiran cemerlang inilah yang bisa kita kembangkan menjadi suatu perbuatan yang bernilai Islami. Salah satu jalan terbaik adalah dengan berdakwah.

Komunikasi adalah hal yang dilakukan setiap hari. Media komunikasi ini adalah peluang yang besar dalam berdakwah. Berkomunikasilah dengan lemah lembut untuk mengajak pada kebaikan. Upaya yang dilakukan semata-mata sebagai bentuk mahabbah kepada Allah, untuk menolong agama Allah.

Teruslah berpikir bagaimana mengembangkan kebangkitan Islam, dan berusaha menggusur pengaruh buruk yang terjadi, terutama pada generasi muda. Karena mereka sebagai pemegang tongkat estafet peradaban Islam.

Gunakan pikiran kita, tuntunlah diri untuk mencari dan melakukan kegiatan yang di butuhkan untuk memperberat timbangan ketika hari penghisaban itu tiba. Karena kelak semua akan mengalami masa hidup yang panjangnya tidak dapat terhitung, yaitu akhirat. []

OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke: redaksi@islampos.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline