ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

PKS: Uji Materil Pasal Kesusilaan Sangat Rasional

0

Advertisements

JAKARTA–Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Kamis (13/12) lalu telah menolak gugatan Nomor 46/PUU-XIV/2016 terkait perluasan delik perzinahan dan LGBT.

“Pasal ini adalah upaya pencegahan terhadap perilaku LGBT yang jelas tertolak menurut Pancasila dan Konstitusi Negara. Kita tidak ingin perilaku menyimpang dan penyakit sosial itu semakin marak dan merusak masa depan bangsa kita. Disana ruh dan semangatnya,” kata Ketua Fraksi PKS Jazuli melalui keterangan persnya kepada Islampos.com Selasa (19/12).

Menyimak materi permohonan tersebut,  Ketua Fraksi PKS ini secara tegas mengatakan bahwa permohanan uji materi sangat rasional,  objektif,  dan konstitusional. Dalil-dalil yang disampaikan menjadi problem sosial dan ancaman yang nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Related Posts
1 of 16

“Upaya ini untuk mencegah meluasnya berbagai penyimpangan, kejahatan seksual dan penyakit sosial yang merusak masa depan genarasi bangsa. Uji materi dimaksudkan untuk melindungi anak-anak, menjaga ketahanan keluarga, dan mengokohkan kebangsaan yang beradab, bermartabat, dan relijius sehingga Mahkamah seharusnya menerimanya,” terang Jazuli.

Bahkan,  lanjut Jazuli,  empat orang Hakim MK memiliki pendapat berbeda dari Putusan ( dissenting opinion ) dan mendukung penuh permohonan tersebut. Ini menunjukkan dalil-dalil permohonan uji materi sangat rasional,  objektif, dan konstitusional.

“Tentu Putusan ini tidak boleh membuat kita surut dalam menjaga moralitas dan mengokohkan karakter bangsa. Fraksi PKS akan terus berjuang untuk menjaga moralitas bangsa dengan regulasi yang connecting dengan Konstitusi dan Dasar Negara kita melalui ruang-ruang yang ada,  diantaranya lewat pembahasan RUU KUHP yang saat ini sedang  dibahas di DPR,” pungkas Jazuli. []

Reporter: Rhio

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline