islampos
Media islam generasi baru

Pilih Cantiknya Dulu, Baru Keshalihannya, Benarkah?

Foto: Covers8.com
0

BEBERAPA orang salah kaprah ketika memilih seorang istri, ada yang memilih karena kecantikan tetapi ahlaknya tak di hiraukan.

Lalu bagaimana langkah awal seorang pria memilih pasangan hidup?

Ini dia salah satu tips mencari istri dari para ulama, baik ketika mencari atau ditawarkan:
[1] Kita tanya kecantikannya dulu
[2] Jika kecantikan sesuai dengan standar kita, baru kita tanyakan mengenai keshalihannya
[3] Jika cocok dan sesuai dengan kita serta ridha orang tua dan keluarga, bismillah semoga menjadi jodoh abadi dunia dan akhirat

Note penting: maaf, sebelum menetapkan standar kecantikan kita  harus bisa bercermin terlebih dahulu.

Alasan dari ulama mengapa kecantikan dahulu, karena kalau tanya keshalihan dahulu, kemudian ternyata wanita itu agamanya baik, barulah ia tanya informasi kecantikannya, ternyata kecantikannya di bawah standar pria tersebut (jelek misalnya), lalu ia menolak wanita itu, maka ia juga telah menolak agamanya

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan,

Apabila pria ingin meminang wanita, hendaknya hal pertama yang ditanyakan adalah mengenai kecantikannya sang wanita. Jika wanita tersebut dipuji akan kecantikannya, bertanyalah lebih lanjut mengenai agamanya. Jika wanita tersebut baik agamanya, hendaklah ia menikahinya. Dan jika sebaliknya (agama jelek) dapat ditolak, sehingga alasan penolakan terkait karena agama sang wanita.
Jangan hal pertama yang ditanyakan adalah mengenai agama sang wanita, yang jika ternyata baik agamanya, kemudian pria tersebut bertanya mengenai kecantikannya, dan wanita itu tidak dipuji akan kecantikannya, kemudian dia tolak, maka alasan penolakan adalah karena kecantikan bukan karena agama,” (Al-Inshaf fi Ma’rifati Ar-Rajih minal Khilaf 12/206).

Mengenai jodoh tenang saja. Perbaiki diri sendiri dahulu, karena jodoh adalah cerminan diri. Tetaplah menjadi baik, jika tidak mendapatkan jodoh yang baik.

Karena Allah ‘Azza wa Jalla sudah berjanji,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula),” (An-Nur: 26)

Disinilah kita bisa mengukur keimanan kita, jika memang kita mengaku-ngaku beriman kepada-Nya,

“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji,” (Ar-Ra’d: 31). []

 

Sumber: muslimafiyah

 

 

loading...
loading...