ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Perkaya Diri dengan Menikah

0

Sahabat yang ingin segera menikah, namun takut karena selalu berfikir bahwa hidup sendiri saja belum berkecukupan, apalagi harus menghidupi orang lain. Mungkin dengan menikah akan menjadi semakin susah, dan orang yang kita nikahi akan terus merasa kekurangan. Tenanglah. Ketahuilah bahwasanya Allah telah berjanji akan memampukan orang-orang yang miskin dengan pernikahan.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32).

Kita harus meyakini janji Allah tersebut, dan jangan sampai ada pemikiran lagi bahwa “menikah harus mapan dulu”. Karena selalu berprasangka yang baik kepada Allah dipandu oleh keimanan yang baik pula.

Ketika kita tidak mempercayai janji Allah diatas, masih takut miskin dan kekurangan jika menikah. Maka kualitas keimanan kita sangat tipis dan terlalu mencintai kehidupan dunia.Umar bin Al-Khattab juga mengatakan “Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:533)

Mugkin sahabat bertanya-tanya, fakta yang sebenarnya terjadi banyak orang yang sudah menikah namun masih hidup dalam kemiskinan dan kekurangan. Bahkan tidak sedikit orang yang awalnya berkecukupan tetapi setelah menikah malah kekurangan?

Jika melihat kasus seperti ini, sahabat jangan langsung mengabil kesimpulan bahwa Allah tidak menepati janji-Nya, apalagi hingga berpikir bahwa janji Allah itu palsu. Kita lihat faktornya dulu sahabat,mungkin ikhtiar yang dilakukannya belum maksimal. Mungkin ikhtiar yang dilakukannya tidak sesuai syariat islam. Mungkin ikhtiar yang dilakukannya tidak menggunakan ilmu yang bersangkutan.

Banyak faktor yang berpengaruh, namun jika memang telah berusaha dengan baik, dan belum mendapatkan yang diinginkan, bersabarlah. Allah tidak akan ingkar terhadap janji-Nya. Jangan takut untuk menikah, justru sahabat yang telah wajib untuk menikah segeralah menikah, dan tagih janji Allah tersebut. Wallahu a’lam. []

Sumber: ummionline
Redaktur: Jejeh Nurazizah

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...