• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Perhatikan Adab-adabnya Sebelum Sampaikan Nasihat

by Yudi
2 tahun ago
in Syi'ar
Reading Time: 2 mins read
A A
0
dosa, berbohong, nasihat, air mata, bermaksiat, malu

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

KEBAIKAN itu tidak harus berupa sesuatu yang mewah dan sesuatu yang nampak, dengan saling menasihati sesama muslim pun, itu sudah menjadi kebaikan yang akan menambah pahala bagi kita. Namun, haruslah nasihat itu disampaikan dengan cara yang baik dan sesuai dengan aturan dan tuntunan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi nasihat saudaranya saat di muka saudara lainnya, berarti ia telah memalukannya. Siapa memberi nasihat saudaranya tatkala mereka sendirian, maka benar-benar ia telah memperbaikinya,”(Abu Darda).

Dalam tata cara memberikan nasihat ada aturannya, ada tuntunannya. Allah SWT melalui lisan Rasul-Nya telah memberikan guidance bagaimana menasehati orang lain dengan cara yang benar. Dalam surah an-Nahl ayat 125 dikatakan bahwa memberikan nasihat harus dengan cara yang hikmah, penuh pelajaran dan kalaupun berdebat harus dengan argumen yang baik.

BACA JUGA: 3 Nasihat Nabi yang Dilakukan saat Pandemi

ArtikelTerkait

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

6 Manfaat Berteman dengan Orang Shaleh

Bil hikmah artinya penuh dengan kebijaksanaan. Termasuk yang kurang bijaksana adalah memberikan nasihat kepada saudaranya di muka umum sehingga yang bersangkutan merasa malu. Orang yang bijaksana akan memanggil atau menjumpai saudaranya yang bersalah di tempat yang sepi, khusus mereka berdua. Dengan penuh permohonan maaf agar tidak menyinggung ia memberikan nasihat bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah salah dan sebaiknya tidak diulangi kembali. Orang yang bijaksana akan mengerti bagaimana ia bicara dan kepada siapa ia bicara. Bagaiamana menasehati orang yang lebih tinggi kedudukannya, orang yang selevel dengannya dan orang yang di bawahnya, semuanya memerlukan pendekatan yang berbeda. Juga orang yang mudah tersinggung berbeda dengan orang yang terbuka.

Cara menasehati yang salah justru bisa jadi akan membalikkan kondisi. Di mana orang yang salah tersebut mestinya bisa diperbaiki tapi malah menjadi apriori, alergi terhadap nasihat. Ada ungkapan bijaksana mengatakan, “Kata-kata yang bijak sering tidak didengar, tetapi kata-kata yang lembut akan selalu diingat.” Artinya, ini menyangkut cara.

BACA JUGA: Nasihat Indah Imam Syafi’i tentang Ilmu

Yang terpenting adalah keikhlasan kita dalam memberikan nasihat. Kita benar-benar ingin agar saudara kita berhenti dalam melakukan kesalahan. Adalah salah berat jika kita memberikan nasihat tapi ingin supaya kelihatan hebat atau alim. Kita ingin riya’ atau sombong. Dengan memberikan memberikan nasihat tersebut orang akan kagum. Atau kita sebenarnya bukan ingin memberikan nasihat, tapi justru ingin mempermalukan dia di muka umum.

Kalau hal-hal seperti itu dicari, sudah pasti nasihat tidak akan masuk ke dalam hati saudara yang kita nasehati. Semua niat jelek tersebut membuat nasehat tersebut akan mental dari orang yang dinasehati. Bahkan tidak sekadar itu, maksud jelek kita-apakah riya’, sombong, atau ingin mempermalukan, akan terbongkar di muka umum. Semoga kita tidak termasuk orang seperti itu. []

Sumber: Hikmah dari Langit/Ust. Yusuf Mansur & Budi Handrianto/Penerbit: Pena Pundi Aksara/2007

Tags: adabNasihat
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fakta Unik Surat Al-Baqarah yang Jarang Diketahui

Next Post

Saat Manusia Terbuai Dunia dan Lalai Akhirat

Yudi

Yudi

Related Posts

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

14 Juli 2025
agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

14 Juli 2025
Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Interview, Hadis tentang Dosa Berbohong, Teman

6 Manfaat Berteman dengan Orang Shaleh

12 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.