• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Perempuan Ini Putuskan Jadi Mualaf karena Melihat Shalat Berjamaah

by Yudi
7 tahun ago
in Inspirasi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
mualaf karena melihat shalat berjamaah

Gambar hanya ilustrasi. Foto: Islampos

KEPUTUSAN Christine Wu memeluk Islam pernah mendapatkan perlawanan keras dari keluarga, terutama sang ayah. Didikan ayah yang berlatar belakang militer benar-benar mewajibkan disiplin ritual keagamaan yang dianutnya sejak kecil. Chritine pun mengakui, dia pernah menjadi anak altar.

Namun, jika Allah menghendaki datangnya hidayah, dia akan datang kepada siapa saja. Perkenalan sosok yang pernah meraih sejumlah penghargaan, antara lain, sebagai ‘wanita pilihan’ Jawa Timur dan perempuan inspiratif dari sebuah majalah perempuan itu dengan Islam berawal dari aktivitasnya selama di perguruan tinggi.

BACA JUGA: Ini 5 Olahragawan Dunia yang Jadi Mualaf

Pemilik nama lengkap Christine Wuryanano ini mendapatkan banyak keajaiban sebagai Muslim yang terpanggil. Islam dikenalnya melalui teman dekat di kampusnya. Saat menginap di rumah kawannya, dia mengamati keluarga mereka merupakan Muslim taat dan terasa sejuk.

ArtikelTerkait

10 Tips Naik Gunung Tanpa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Apa Saja Keuntungan Menikah di KUA?

10 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula dan Pendaki Berpengalaman

7 Faktor yang Membuat Anak Membenci Ayahnya

Pernah, satu ketika dia melihat keluarga temannya shalat berjamaah lima waktu. “Saya tanya teman saya, kamu ibadah kok setiap hari bareng-bareng, itu apa, kok saya melihatnya sejuk ya,” tanya Christine.

Sejak saat itu, Christine mulai mempelajari Islam, dari buku-buku, internet, bertanya dengan teman, belajar shalat, belajar Al-Quran. Tetapi, saat kuliah hingga lulus pun hatinya belum tergerak untuk memeluk Islam. Meskipun dia terus menerus belajar Islam. Dia pun melakukannya dengan diam-diam tanpa sepengetahuan keluarganya.

Setelah lulus kuliah, fokusnya teralih sementara dengan Islam. Dia sibuk bekerja sampai bertemu dengan pria idaman yang kelak akan menjadi suaminya pada 1992. Christine yang saat itu bekerja sebagai marketing di salah satu perusahaan valas bertemu dengan seorang pria.

BACA JUGA: Mualaf Menikah Tanpa Restu Orang Tua yang Nonmuslim, Bagaimana?

Pria tersebut merupakan seorang pebisnis yang ingin berinvestasi kepada perusahaan tempat Christine bekerja. Christine pun tertarik dengan sikap dan keluarganya yang hidup sebagai Muslim taat.

Wunarno nama pria tersebut, kembali menyemangatinya belajar mendalami Islam. Sampai, satu hari, dia mengajak Christine mengucapkan syahadat. Kedekatan Wunarno dengan Christine tak terhenti di sana.

Setelah mengucap kedua kalimat syahadat, Wunarno mengajak menikah Christine. Christine pun mengenalkan calon suaminya kepada kedua orang tuanya. Tapi, sayang, hubungan mereka mendapatkan pertentangan.

Setelah berdiskusi panjang, ibu dari Christine pun luluh. “Ibu saya menyerahkan kembali keputusan kepada saya sebagai anaknya, tetapi berbeda dengan ayah saya,” ujar dia.

Ayah Christine marah besar setelah anaknya berterus terang. Kendati, akhirnya, kedua orang tuanya mengizinkan mereka menikah di rumah keluarga Christine.

Masalah kembali muncul, ayah Christine kembali murka sesaat sebelum ijab kabul terucap. Saat itu, wali hakim yang akan menikahkannya meminta atribut agama lain di ruangan diturunkan.

Luapan emosi sang ayah pun tak tertahankan, sampai seluruh keluarga dan wali hakim pun menenangkannya. Ijab kabul pernikahan terus dilanjutkan mereka berdua pun sah sebagai suami istri.

BACA JUGA: Memakai Hijab, Lindswell Kwok Jadi Mualaf?

“Kedua orang tua saya masih berbeda keyakinan dengan saya, tetapi mereka lambat laun mengerti mengapa Islam menjadi agama pilihan saya. Islam itu agama yang damai, meskipun kami berbeda keyakinan, silaturahim masih terjalin,” jelas dia.

Perjalanan rumah tangga Christine tak selalu mulus, meski dia akhirnya tetap bersyukur, di tengah masalah yang dihadapi banyak keajaiban menghampirinya.  []

SUMBER: REPUBLIKA

Tags: Mualafshalat berjamaah
Previous Post

Jarang Diketahui, Inilah Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah Dalam Al-Quran

Next Post

Banser Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2019

Yudi

Yudi

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.