Peraih Nobel Kedokteran Ini, Buktikan Khasiat Puasa bagi Kesehatan Tubuh

Foto: Asian Scientist Magazine
0 220

PUASA adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh setiap umat Islam, baik yang bersifat wajib atau sunnah. Kini, setelah banyak penelitian yang mengungkap dampak positif puasa bagi kesehatan, banyak dari kalangan non muslim yang ikut melaksanakan ibadah puasa.

Keiistimewaan orang yang berpuasa, selain menyehatkan tubuh, Allah SWT telah memberikan pintu khusus bagi umat Islam yang sering melakukan ibadah ini, pintu itu diberi nama Ar-rayyan.

Dr. Yoshinori Ohsumi, peraih nobel dalam bidang ilmu fisiologi atau ilmu kedokteran tahun 2016, membuktikan secara ilmiah dampak puasa bagi kesehatan tubuh manusia. Penemuannya ini terlihat dari proses mekanisme autophagy.

Autophagy adalah kemampuan sel untuk mengonsumsi atau memicu mekanisme penghancuran cadangan makanan pada komponen tertentu dalam sel. Autophagy ini berfungsi untuk menjaga kesehatan sel dan tubuh.

Gangguan yang terjadi jika proses autophagy tidak terjadi dalam tubuh adalah adanya ancaman munculnya penyakit seperti kanker, gangguan neurologis, diabetes tipe-2, dan penyakit terkait usia lainnya.

Berkat Ohsumi, kita menjadi tahu bahwa kontrol autophagy memiliki fungsi penting bagi kesehatan tubuh, dimana komponen seluler perlu terdegradasi dan didaur ulang. Sel isolat adalahsel yang terdapat di dalam tubuh namun dalam kondisi mati, sakit, infeksi, dan rusak, sehingga dapat membahayakan tubuh. Namun dengan berpuasa semua sel rusak itu di daur ulang guna menghasilkan energi dalam sel.

Autophagy itu bersifat cepat, guna menyediakan bahan bakar energi untuk pembaruan komponen seluler. Setelah infeksi, autophagy dapat menghilangkan bakteri dan virus. Autophagy memberikan kontribusi untuk perkembangan embrio. Sel juga menggunakan autophagy untuk menghilangkan protein rusak dan organel, yang dapat membantu menangkal dampak negatif dari penuaan.

Dilansir Saudi Gazette pada hari Selasa (8/11/2016), proses Autophagy ini dapat terjadi jika perut dalam keadaan kosong atau berpuasa. Ketika tubuh puasa, sinyal yang ada di dalam otak, mengalami kekurangan suplai makanan yang kemudian tubuh mencari cadangan makanan yang tersimpan. Dengan demikian terjadilah proses Autophagy, maka sel-sel akan memecah protein tua dan rusak dalam tubuh. Ketika kadar insulin dalam tubuh rendah, glukagon mulai bekerja di dalam tubuh, sehingga membersihkan tubuh dari sel-sel mati dan rusak.

Dengan semua penelitian ini, menunjukkan efek puasa pada kesehatan tubuh kita. []

 

loading...
loading...