ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Penyakit Rabies Makan Korban, Malaysia Salahkan Anjing Indonesia

0

KUALA LUMPUR—Penyakit anjing gila atau rabies tengah mewabah di Serian, Serawak, Malaysia. Dalam tiga kasus yang ditemukan, dua korban dinyatakan meninggal dunia sementara satu lainnya dalam kondisi kritis.

Atas wabah tersebut, Menteri Kesehatan Malaysia Dr S. Subramaniam mengatakan, penyakit rabies itu diduga menular dari anjing liar yang terinfeksi virus tersebut di Kalimantan, Indonesia.

Menurut Subramaniam, anjing dari Indonesia yang terkena virus rabies, melintas perbatasan negara dan menyebarkannya.

“Kami menduga itu berasal dari Kalimantan karena ada wabah rabies besar di sana. Mereka (Kalimantan) sering mengalami wabah rabies,” katanya dalam jumpa pers setelah rapat kabinet di Kuala Lumpur, lansir The Star, Jumat, (7/7/2017).

Dalam upaya menangani wabah di Serian, Subramaniam mengatakan 68 korban gigitan anjing di kabupaten tersebut akan dipantau secara ketat.

Dia mengatakan mereka sudah diberi vaksinasi, namun masih akan terus diawasi karena virus rabies direplikasi secara perlahan, dalam rentang waktu berbulan-bulan.

Subramaniam memberikan kepastian bahwa kementerian tersebut memiliki vaksin yang cukup untuk mereka yang berada di daerah yang terkena dampak, sedangkan Departemen Pelayanan Veteriner akan bertanggung jawab untuk memvaksinasi hewan peliharaan dan anjing liar di sana.

Dia mengatakan hanya ada tiga kasus rabies yang dikonfirmasi di Serian, Malaysia, sejauh mengikuti wabah tersebut. Ini mengakibatkan dua korban jiwa, dengan pasien ketiga dalam kondisi kritis.

Malaysia dinyatakan bebas rabies pada 2012, tapi Subramaniam mengatakan transmisi lintas batas masih terjadi.

“Pada 2015, anjing yang terinfeksi dari Thailand selatan menyeberang dan menyebarkan virus tersebut ke anjing di Perlis. Kasus kemudian terdeteksi di Kedah dan sampai ke Penang.

“Ini menunjukkan bahwa perbatasan kita tidak hanya dilalui manusia tapi juga anjing,” katanya, sembari menambahkan bahwa langkah-langkah telah diambil untuk menahan penyebarannya. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...