islampos
Media islam generasi baru

Pentingnya Arti Sebuah Tauhid

Foto: download-wallpaper.net
0

SEORANG syaikh yang menulis sebuah kitab yang menjelaskan tentang urgensi tauhid. Dia menjelaskannya kepada para muridnya, dan terus mengulang-ulang pembahasannya.

Suatu hari murid-muridnya berkata,”Wahai syaikh, kami harap Anda mau mengganti pelajaran yang Anda sampaikan kepada kami dengan materi-materi yang lain, seperti kisah, siroh, dan sejarah.”

Syaikh itu menanggapi,”Insya Allah akan saya pertimbangkan.”

Keesokan harinya, dia keluar menemui murid-muridnya dengan wajah yang menyiratkan kesedihan dan beban pikiran. Merekapun bertanya tentang hal yang membuat beliau bersedih. Dia menjawab,”Aku mendengar bahwa seorang warga kampung tetangga menempati rumah baru, dia merasa takut diganggu jin, lalu dia menyembelih seekor ayam jantan di ambang pintu untuk mendekatkan diri kepada jin, dan aku telah mengirim seseorang untuk mencari kebenaran berita tersebut.”

Ternyata para muridnya tidak bereaksi apapun mendengar berita tersebut. Mereka hanya berdoa memintakan hidayah bagi orang tersebut, dan mereka hanya terdiam.

Keesokan harinya Syaikh kembali menemui mereka dan berkata,”Kami telah mendapatkan kejelasan berita tersebut, ternyata peristiwanya tidak seperti yang aku dengar. Lelaki tersebut tidak pernah menyembelih seekor ayam jantan untuk mendekatkan diri kepada jin, tapi yang dia lakukan adalah berzina dengan ibunya.”

Kontan mereka gempar dan marah. Mereka memaki-maki dan mengoceh banyak. Mereka berkata,”Perbuatannya harus digugat, dia harus dinasihati, dia harus dihukum.” Dan banyak lagi umpatan mereka.

Kemudian Syaikh berkata,”Sungguh aneh kalian ini. Begitukah reaksi kalian mengingkari orang yang terjerumus dalam satu perbuatan dosa besar padahal perbuatannya itu tak mengeluarkannya dari Islam. Tapi kalian tidak mengingkari orang yang terjerumus dalam kemusyrikan , menyembelih untuk selain Alloh Ta’ala dan mengalamatkan ibadah kepada selain Alloh Azza wa Jalla?”

Murid-muridnya terdiam, kemudian Syaikh menunjuk salah seorang dari mereka sambil berkata,”Bangun dan ambilkan kitab tauhid, kita akan membahasnya dari awal!”

Sumber: Kisahislam.net

loading...
loading...