Peneliti: Buku-buku di Era Milenial Rawan Paham Radikal

0

JAKARTA—Literatur keislaman di era Milenial menjadi kekhwatiran tersendiri dari berbagai kalangan. Beberapa peneliti menilai, generasi Milineal lebih memilih cara instan untuk mencari buku yang mudah dipahami.

Peneliti PPIM UIN Jakarta Prof. Dr Jamhari Ma’ruf mengatakan jika hal ini terus dibiarkan dampaknya paham-paham radikal akan mudah masuk melalui buku-buku tersebut.

“Misalnya di beberapa buku ada yang menjelaskan tentang perang terus menerus antara islam dengan non islam dan kalau hal itu dipahami oleh umat islam di Indonesia justru akan berbahaya khususnya generasi milineal,” katanya kepada Islampos di Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, salah satu pemicunya, orang-orang yang radikal tersebut bisa mengemas bukunya secara baik. Sehingga mereka dapat menarik perhatian kepada pembacanya.

“Yang kedua, generasi milineal itu ingin sesuatu buku yang instan seperti contohnya go food, go jek dan didalam agama itu sendiri juga terjadi hal seperti tu, mencari yang ready to use,” ungkapnya.

Jamhari meyakini, jika hal tersebut tidak diantisipasi sedini mungkin akibatnya sangat berbahaya, karena orang yang berbeda agama nantinya akan dijadikan musuh dan kebinekaan yang ada di Indonesia akan terganggu.

“Jika buku itu sudah populer dikalangan anak muda sudah sangat berbahaya sekali dan kebanyakan buku-buku itu terjemahan dari orang luar,” pungkasnya.

Solusinya, kata dia ormas-ormas islam seperti Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah harus aktif mengemas buku-buku yang digemari oleh generasi milineal dengan desain buku yang ready to use. []

Reporter: Rhio

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline