islampos
Media islam generasi baru

Penasaran dengan Kasus Penodaan Agama, Pria AS Ini Temukan Hidayah

Massa Aksi Bela Islam 212. Foto: BBC
0

JAKARTA—Kasus penistaan agama yang tempo hari terjadi di Indonesia, menjadi ulasan tersendiri di berbagai media asing. Media-media asing itu menyebut Indonesia sebagai negara mayoritas Islam dengan pemeluk radikal bersebab kasus tersebut.

Pemberitaan negatif itu kemudian membuat seorang pria asal negeri paman sam, yang bertugas sebagai polisi militer di Departemen Pertahanan AS, penasaran. Dan siapa sangka, bermula dari rasa penasaran, hal itu kemudian berbuah hidayah Islam.

Pria itu adalah Robert Smith. Di hadapan tim Sahabat Dakwah Mualaf Center Darusallam di Masjid Darussalam, Rabu, (24/5/2017) Robert mengucap ikrar—dua kalimat syahadat—ia memutuskan untuk memeluk Islam.

Keputusan Robert untuk memeluk Islam bermula dari keberadaannya di Indonesia, ia penasaran dengan kasus penodaan agama yang santer diberitakan negatif oleh media-media tertentu di negaranya. Namun, inilah titik balik berubahnya pandangan Robert terhadap Islam.

Robert kemudian menyelidiki sendiri fakta-fakta di balik kasus penodaan agama itu, dan singkat kata, ia menemukan berbagai kenyataan yang tidak sesuai dengan pemberitaan.

Robert mengikrarkan dua kalimat syahadat

Menurut Robert, persepsi yang menganggap Islam itu berat, keras dan sulit muncul karena ketidaktahuan mereka tentang Islam.

“Mereka tidak belajar al-Qur’ân melalui sumber yang benar (yaitu para ulama),” ujar Robert sebagaimana dipaparkan Ustadz Hanny Kristianto melalui laman media sosialnya.

Tak hanya itu, kebenaran versi mereka menurut Robert hanya mengikuti dan sesuai nafsu mereka. “Yang baik dalam pandangan mereka, hanyalah yang sesuai dengan nafsu mereka saja,” ujarnya.

Sementara itu terkait aksi damai yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia, menurut Robert, itu membuktikan bahwa umat islam tidaklah keras atau radikal seperti yang dipaparkan berbagai media.

Robert pun menemukan kenyataan bahwa umat Islam seringkali menjadi sasaran penghinaan, dan bentuk pendzaliman lainnya.

“Jika hal semacam ini (penodaan agama yang dilakukan oleh pejabat tertentu-red) terjadi kepada kelompok mayoritas di Amerika, maka dipastikan akan dilakukan impeachment.”

Jika tidak, lanjut Robert, akan terjadi kerusuhan dan kekacauan. “Hal ini pun terjadi pada Donal J. Trump, salah satunya lewat wacana larangan Muslim masuk AS, dimana akhirnya ia memperbaiki sikap dan lisannya terhadap umat Islam.” Dan atas beragam fakta yang ia temukan, Robert pun memutuskan memeluk Islam. []

loading...
loading...