ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Pemerintah India Tuduh Zakir Naik Dukung Terorisme Lewat Dakwahnya

0

JAKARTA–Dr. Zakir Naik merupakan salah satu ulama yang diakui dunia internasional, berbagai penghargaan ia terima dari negara-negara lain seperti Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan lainnya. Namun, dibalik reputasinya yang gemilang, Zakir Naik menceritakan bahwa perjalanan dakwahnya tidak selalu berjalan mudah, ia selalu dihadapkan pada rintangan dan cobaan.

“India, negara yang mayoritas Hindu tidak bisa mencegah saya untuk berdakwah. Tapi yang Pemerintah lakukan adalah menyebar opini bahwa Zakir Naik mendukung terorisme,” ungkap Zakir Naik saat melakukan kunjungan ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Kemudian Zakir Naik membuktikan pada Pemerintah India bahwa memang banyak orang-orang yang tertarik menyimak ajaran Islam yang disampaikannya. Selama ini Zakir Naik menyiarkan dakwahnya di Peace TV yang telah memiliki 200 juta penonton di India. Stasiun televisi Islam itu dimiliki Zakir Naik.

Namun menurut Zakir Naik, Pemerintah India tidak pernah menunjukkan reaksi yang senang ataupun bangga terhadap perkembangan stasiun televisi Islam miliknya, padahal Zakir Naik warga India. Pemerintah India justru menyebarkan isu-isu yang tidak benar kepada publik lewat tudingan negatif terhadap dirinya.

“Isu-isu hoax tersebut telah menyebar luas di India bahwa saya pro-Teroris dan sebagainya. Begitulah cara mereka melarang saya berdakwah,” katanya, lansir Republika, Jumat (31/3/2017).

Dia mengungkapkan, populasi Muslim di India terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut perkiraannya, jumlah pemeluk Islam di negara itu saat ini mencapai 18 persen dari total 1,4 miliar penduduk India.

“Itu artinya, populasi Muslim India sudah melebihi populasi Muslim di Indonesia. Namun, pemerintah India tidak mau mengakui data tersebut,” pungkasnya. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...