ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Pemerintah AS Alami Shutdown Kedua Kalinya

0

WASHINGTON— Jumat (9/2/2018), Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mengalami shutdown untuk kedua kalinya tahun ini karena Kongres gagal memenuhi tenggat waktu untuk memberikan suara pada anggaran baru.

Senator Rand Paul, R-Ky, menolak persetujuan anggaran tersebut karena adanya kekhawatiran akan kenaikan pengeluaran besar-besaran yang terkandung dalam kesepakatan anggaran. Paul menyebut, pembelanjaan itu sembrono dan mendorong pemungutan suara untuk melakukan perubahan anggaran, yang tidak diizinkan oleh pimpinan Senat.

Senat pun menarik diri sampai Jumat (9/2/2018) dini hari, sehingga lembaga pemerintah sebagian harus ditutup. Beberapa instansi pemerintah akan kehabisan uang dan para pekerjanya harus cuti.

Dalam undang-undang setebal 600 halaman diusulkan tentang peningkatan pengeluaran sekitar USD300 miliar (215 miliar poundsterling) untuk layanan pertahanan dan domestik. Jika rencana tersebut disahkan di Dewan Perwakilan Rakyat dan ditandatangani oleh presiden dalam beberapa jam ke depan, penutupan dapat dibatalkan sebelum hari kerja AS dimulai. Namun, kongres gagal memberikan suara sampai batas waktunya.

Ratusan ribu pekerja federal tidak akan mulai bekerja pada Jumat (9/2/2018) ini, jika shutdown benar-benar berlangsung. Jika shutdown tersebut tidak dicegah, instansi pemerintah tetap dapat memanggil karyawan mereka untuk pekerjaan setengah hari agar shutdownberjalan lancar.

Shutdown pada lembaga pemerintah hanya sebagian fungsi, seperti layanan pos dan pemeriksaan Jaminan Sosial masih berlanjut.

Kantor Manajemen dan Anggaran mengatakan kepada instansi pemerintah untuk mulai bersiap-siap, jika memang pendanaan tidak cair. Serikat Buruh Perbendaharaan Nasional, sebuah serikat pekerja besar untuk pekerja agen federal, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa agensi akan memberi tahu karyawan jika mereka harus bekerja tanpa bayaran.

Serikat pekerja pun berjanji akan berkoordinasi dengan Kongres untuk memastikan karyawan dibayar, jika mereka harus bekerja. Penyimpangan pendanaan mungkin tidak berlangsung lama. Senat pun diharapkan bisa meluluskan kesepakatan pendanaan. []

SUMBER: BBC | CNN

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Comments
Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend