• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 11 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Al-Quran

Pelajaran Penting dari Rasulullah ﷺ Ber-khalwat di Gua Hira

Oleh Saad Saefullah
2 tahun lalu
in Al-Quran
Waktu Baca: 2 menit baca
A A
0
Fakta Gua Hira, ashabul kahfi, wahyu

Foto: Unsplash

0
BAGIKAN

PATUT diingat bahwa apa yang dilakukan Nabi ﷺ, seperti ber-khalwat di Gua Hira, bukanlah merupakan sunnah bagi sahabat dan umatnya yang datang setelahnya untuk melakukan hal yang sama. Dalam kenyataannya, tidak ada satu pun dari sahabat yang pernah melakukannya karena mereka meyakini hal tersebut bukanlah ibadah dan Gua Hira bukan pula tempat yang berkah.

Sebagian orang berlebihan hingga mengatakan bahwa kenabian itu adalah perkara yang dapat diusahakan. Salah satunya dengan cara ber-khalwat atau bertapa di dalam gua sebagaimana keyakinan Ibnu Sina dan para ahli filsafat. Meyakini hal demikian merupakan kekufuran. Seandainya memang benar demikian, manusia pasti akan berlomba-lomba untuk mengusahakannya lalu muncullah nabi-nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ. Padahal, Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya akan ada pada umatku 30 orang pendusta yang mengaku nabi. Padahal, akulah penutup para nabi. Tidak ada lagi nabi sesudahku.” (HR. Tirmidzi No. 2219)

BACA JUGA:  Ciri-Ciri Orang Beriman: Penjelasan Surah Al-Balad (90) ayat 17

Apa yang dilakukan Nabi dengan ber-khalwat di Gua Hira tidak ada hubungannya dengan diangkatnya beliau menjadi Nabi. Hal tersebut dilakukan semata untuk ber-tahannuts atau merenungan keagungan Allah atau untuk menjauhkan diri dari kerusakan kaumnya yang pada saat itu tenggelam dalam kesyirikan dan kemaksiatan.

ArtikelTerkait

Kenapa Kita Harus Paksakan Diri untuk Membaca Al-Quran

Adab Membaca Al-Quran

Pernah Bulan Terbelah, Benarkah?

11 Tempat Bacaan Idgham Kabir pada Riwayat Hafs

Letak Gua Ashabul Kahfi, gua hira
Foto: Dollar Workout Club

Jadi, beliau melakukan itu sama sekali bukan agar diangkat menjadi Nabi. Oleh karena itu, ketika Jibril mendatanginya, Nabi juga kaget dan bahkan merasa takut ada keburukan yang akan menimpanya. Seandainya Nabi berniat ingin menjadi seorang Rasul, siapa yang ingin mengajari atau membimbingnya?

Demikian pula nabi-nabi sebelumnya. Tidak ada yang melakukan seperti apa yang dilakukan Nabi ﷺ karena kejadian setiap nabi ketika diangkat menjadi rasul pun berbeda-beda. Nabi hanya menjauhkan dirinya dari para kaum musyrikin Mekkah dengan ber-khalwat di Gua Hira. Lalu, tiba-tiba turunlah malaikat Jibril membawa wahyu kepada beliau.

Dalam kisah di atas dinyatakan bahwa Nabi tidak dapat membaca ketika disuruh Jibril untuk membaca. Beliau adalah seorang yang ummiy atau tidak bisa membaca dan menulis. Allah sengaja menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad yang tidak dapat membaca dan menulis agar menjadi bukti Al-Quran itu datangnya dari Allah dan bukan karangan Nabi sendiri. Seandainya Muhammad dapat membaca dan menulis, orang-orang musyirikin akan menuduh Al-Quran sebagai karangan Muhammad. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah Al-‘Ankabut (29) ayat 48:

وَمَا كُنْتَ تَتْلُوْا مِنْ قَبْلِهٖ مِنْ كِتٰبٍ وَّلَا تَخُطُّهٗ بِيَمِيْنِكَ اِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُوْنَ

Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Quran) dan engkau tidak (pernah) menulisk suatu kitab dengan tangan kananmu. Sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.

Para ulama berselisih pendapat tentang keadaan Nabi yang tidak bisa baca tulis ini berlangsung sampai meninggal dunia atau semasa hidupnya beliau akhirnya bisa baca tulis. Namun, para ulama me-rajih-kan pendapat bahwa Nabi tidak bisa membaca dan menulis sampai beliau meninggal dunia.

Abu Bakar, Kisah Ashabul Kahfi, Mukjizat Nabi di Gua Tsur, Letak Gua Ashabul Kahfi, Gua Hira
Foto: Pixabay

BACA JUGA: Perihal Keistimewaan Nama Nabi Muhammad ﷺ

Fakta ini untuk menunjukkan bahwa Al-Quran seluruhnya turun dari Allah. Namun, mereka tetap saja menuduh

Nabi berdusta. Sebagaimana perkataan mereka dalam Al-Quran Surah Al-Furqon (25) ayat 5. Allah berfirman:

وَقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan. Lalu, dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.”

Akan tetapi, karena bahasanya yang tinggi dari sisi balaghah-nya sehingga tidak mungkin turun melainkan lansung dari Allah, banyak orang musyrikin langsung masuk Islam ketika mendengarkan Al-Quran pada saat itu.[]

Sumber: Tafsir Juz Amma, karya Ust. Firanda Andirja | Pusat Studi Quran

Tags: gua hiraUstadz Firanda Andirja
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rahasia di Balik Kalimat Pembuka QS Al-Isra

Next Post

Zaid bin Tsabit dan Mushaf Al-Quran

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Terkait Posts

Cara Membentengi Diri, Janji Allah dalam Al-Quran, Sebab Al-Quran Diturunkan secara Bertahap,Tafsir. Qiroat, Hukum Muslim yang Tak Bisa Baca Al-Quran, Al-Quran

Kenapa Kita Harus Paksakan Diri untuk Membaca Al-Quran

9 Mei 2025
Keutamaan Pembaca Quran, Orang yang Dirindukan Surga, Surat Al-BAqarah, Adab Membaca Al-Quran, Quran,

Adab Membaca Al-Quran

25 April 2025
Bukti Asal-Usul Bulan, Bulan Terbelah

Pernah Bulan Terbelah, Benarkah?

13 April 2025
Idgham

11 Tempat Bacaan Idgham Kabir pada Riwayat Hafs

30 Januari 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1 Gua Hira

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

“Allah Ciptakan Alam Semesta dalam 6 Masa,” Berapa Masa Itu?

Oleh Rika
10 Februari 2017
0
Foto: Oase Muslim

Sesungguhnya masa di situ merupakan interval waktu yang tidak bisa diukur.

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Ayat Al-Quran tentang Masjid

Oleh Sufyan Jawas
1 November 2021
0
Ayat Al-quran tentang masjid

Saking pentingnya dalam kehidupan seorang Muslim, ada beberapa ayat Al-Quran tentang masjid. 

Lihat LebihDetails

25 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Tempat Kerja

Oleh Dini Koswarini
13 Mei 2025
0
Cara Pengembangan Diri, Zakat Online, Tips Agar Nggak Ngantuk di Siang Hari, keutamaan syukur, Cara Jaga Hati yang Sehat, Syarat Bekerja dalam Islam, Tempat Kerja

Apa saja hal-hal yang tampaknya sepele, tapi sebenarnya berdampak besar jika dilakukan di tempat kerja?

Lihat LebihDetails

Iman, Seperti Pohon yang Baik

Oleh Dini Koswarini
13 Mei 2024
0
takdir, bacaan Istighfar, Keutamaan Sabar dan Shalat, Doa Nabi Musa, Takdir, Ramadhan, doa ramadhan, Doa Ramadhan, Doa Setelah Tahajjud, Syafaat Nabi, Amalan yang Mendapatkan Doa Malaikat, Doa Tawakal,Iman, Pohon, Didoakan Keburukan oleh Orang Lain

Akar pohon ini teguh di dalam tanah, sementara cabangnya (bagian atasnya) ada di langit.

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.