Peduli Korban Kebijakan Trump, Twitter Sumbang Rp 13 Miliar

Foto: periodico
0 122

AS—Perlawanan terhadap kebijakan pembatasan imigran Muslim oleh Donald Trump kembali datang. Kini para karyawan Twitter menyumbang lebih dari Rp 13 miliar kepada lembaga Persatuan Kebebasan Sipil Amerika, ACLU.

Mengutip BBC pada Jumat (3/2/2017), lembaga itu bertekad untuk melawan kebijakan Donald Trump atas pengungsi dan pendatang dari tujuh negara dengan penduduk mayoritas Islam.

Sekitar 1.000 karyawan Twitter menyumbang lebih dari 500 ribu USD dan Pimpinan Eksekutif Jack Dorsey bersama Ketua Eksekutif Omid Kordestani memberi sumbangan sebesar yang dihimpun oleh karyawan.

Sebelumnya, perusahaan berbagi taksi, Lyft, mengatakan akan menyumbang 1 juta USD kepada ACLU selama empat tahun mendatang.

Lewat email yang disebar kepada karyawan, Konsul Jenderal Twitter, Vijaya Gadde, menulis, “Kerja kita masih jauh dari selesai.”

Sejumlah perusahaan teknologi besar di AS -seperti dilaporkan kantor berita Bloomberg- tengah menyiapkan surat terbuka kepada Presiden Trump. Isi surat ini mengungkapkan keprihatinan atas perintah eksekutif imigrasi yang dikeluarkannya dan menawarkan bantuan untuk memperbaikinya.

Dalam beberapa hari belakangan, ACLU sudah menggalang dana sampai 24 juta USD lewat sumbangan internet untuk melawan Trump dan membantu Muslim yang menjadi korban kebijakan ini. []

loading...
loading...