ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Pasca Brexit, Kejahatan Kebencian di Inggris Terus Meningkat

Foto: The Week
0

LONDON – Kejahatan kebencian di Inggris meningkat tinggi di tiga bulan pertama setelah Inggris melakukan referendum untuk keluar dari Uni Eropa, demikian menurut sebuah analisis terbaru.

Lebih dari 14.000 kasus kejahatan kebencian dicatat oleh departemen kepolisian di Inggris dan Wales dalam tiga bulan setelah Brexit. Ini artinya meningkat menjadi 27 persen, menurut data yang dikumpulkan oleh Press Association.

Departemen kepolisian di Metropolitan, Greater Manchester dan West Yorkshire masing-masing mencatat adanya lebih dari 1.000 insiden rasis terhadap imigran dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan September 2016.

Kejahatan rasial umumnya mengacu pada tindakan kriminal yang dimotivasi oleh bias terhadap kelompok tertentu. Kejahatan kebencian seringkali menyasar serangan fisik, intimidasi, pelecehan, pengrusakan properti, pelecehan verbal atau penghinaan, grafiti ofensif dan surat kebencian.

Laporan ini mendorong Komisi Kesetaraan dan Hak Asasi Manusia di Inggris untuk memperingatkan departemen kepolisian negara agar segera mengantisipasi kejahatan kebencian pada saat negosiasi Brexit dimulai dengan Uni Eropa.

“Sebagian besar rakyat yang memilih untuk meninggalkan Uni Eropa karena mereka percaya itu yang terbaik untuk Inggris dan bukan karena mereka tidak toleran terhadap orang lain,” David Isaac, ketua komisi hak asasi manusia, mengatakan kepada Press Association.

“Jelas, sebagian kecil rakyat menggunakan suara Brexit untuk melegitimasi rasisme dan prasangka. Kita tidak bisa membiarkan tindakan kejahatan kebencian ditoleris secara berulang-ulang,” tandas David Isaac. [fq/islampos]

loading...
loading...