ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Parah, Rabi Yahudi Desak Tentara Israel Habisi Muslim Palestina yang Terluka

Foto: PIC
0

PALESTINA—Seorang rabi Yahudi dikabarkan telah meminta para tentara Israel agar menghabisi Muslim Palestina yang terluka yang menjadi peserta aksi anti-Israel. Rabi ini ingin tentara Israel agar tidak memberikan perawatan dan pertolongan medis, serta membiarkan mereka kehabisan darah sampai mati.

Menurut laporan PIC pada Rabu (22/11/2017) seruan ini datang dari seorang rabi Yahudi beraliran kanan, Baruch Marzel, yang tinggal di permukiman Yahudi Hebron.

Marzel mengklaim bahwa sejak kasus Azure Azaria, para tentara Israel jadi enggan membunuh Muslim Palestina yang mereka sebut “teroris Palestina” dan tidak menyelesaikan tugasnya. Para tentara enggan memastikan bahwa “seorang teroris Palestina” telah mati.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa aksi-aksi serangan Israel terhadap orang-orang Palestina terus terjadi meskipun mereka tidak membahayakan. Terakhir adalah pembunuhan seorang pemuda Palestina Muhammad Musa (29), yang ditinggalkan kehabisan darah hingga meninggal, sementara itu saudari kandungnya, Latifah Musa (33), dalam keadaan terluka parah.

Serdadu Israel Azure Azaria, pada 24 Maret 2016, tewas ditembak Abdul Fatah Syarif di Hebron, sebelah selatan al-Quds, 11 menit setelah para tentara Israel menembak temannya dan juga menembak Ramsi Qashrawi. Yang disebut terakhir gugur pada saat itu juga. Sementara itu Abdul Fatah Syarif masih hidup. Sedang serdadu pembunuh tersebut menembak kepalanya sendiri usai peristiwa tersebut.

“Wajib membunuh para ‘teroris’ Palestina, daripada membawa mereka ke rumah sakit untuk diobati. Karena hal itu bisa membebani negara ratusan ribu dolar,” ungkap Baruch Marzel kepada TV7 Israel.

Baruch Marzel bekerja sebagai sekretaris Partai Kach underbow gerakan Kahana, dan saat ini bergabung dalam partai “Tanah Israel Milik Kami.” []

 

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...