ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Para Pelajar Juga Disebut Pejihad, Kenapa?

Foto: Surau TV
0

KETIKA kita pertama kali membaca kata jihad maka yang terbesit di dalam pikiran yaitu tentang peperangan, pertumpahan darah, dsb.

Sebenarnya jihad tidak harus selalu masalah perang. Jihad adalah berjuang di jalan Allah dengan sungguh-sungguh. Para pelajar juga dapat berjihad dan jihadnya para pelajar adalah BELAJAR

Apakah belajar mudah? Ya, mungkin bagi sebagian orang, dan tidak bagi sebagian yang lain. Mengapa belajar bisa dibilang sebagai jihadnya para pelajar? Karena tugas dari para pelajar adalah menuntut ilmu. Allah suka orang yang berilmu dan ilmu didapatkan dengan belajar. Oleh karena itu belajar merupakan bagian dari jihad.

Selain itu terdapat dalil al-Qur’an di dalam Surat Mujadilah: 11,  menjelaskan keutamaan menuntut ilmu, yaitu:

 

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ

Artinya:

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” (Q.S. Mujadilah :11).

Dalam salah satu hadistpun di sebutkan bahwa Allah akan memudahkan jalan menuju syurga:

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak,” (Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu).

Dan menuntut ilmu itu takan terbatas oleh usia, oleh karena itu tuntutlah ilmu sepanjang hayat Lillahi Ta’ala. []

 

Sumber: Muslim

 

loading...
loading...