ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Para Istri, Begini Hadapi Suami Doyan Internetan

Foto: Islampos
0

SUAMI punya kewajiban untuk memerhatikan kesejahteraan anak dan istrinya. Ia harus mampu menciptakan ketenangan dan ketentaram dalam rumah tangga. Ia pun harus mampu membimbing dan mengarahkan istrinya untuk senantiasa berada pada jalan yang diridhai oleh Allah SWT.

Hanya saja, seiring perkembangan zaman, dengan didukung kecanggihan teknologi yang begitu pesat, tak sedikit para suami yang menghabiskan waktu dalam dunia maya. Dunia yang penuh dengan beragam kebaikan dan keburukan di dalamnya.

Jika suami yang bekerja melalui media internet, tentu Anda, sebagai istri tidak khawatir bukan. Hanya, yang menjadi permasalahan ketika suami tidak serius dalam pekerjaannya, yakni bermain dengan dunia maya. Misalnya suka main game online, kecanduan nge-chat, Facebook-an dan hal lain yang serupa dengan itu. Sehingga, membuat suami lupa waktu dan asik dengan dunianya sendiri. Lalu, bagaimana menghadapi situasi seperti ini?

Jika hal itu terjadi, maka janganlah Anda langsung bertindak dengan mengeluarkan nada yang tinggi, sebagai tanda kekecewaan Anda pada sang suami. Anda perlu memikirkan tindakan-tindakan apa yang tepat untuk mengatasi permasalahan itu. Berikut, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan pada sang suami yang melakukan hal itu.

1. Memberikan perhatian pada suami dan ubahlah gaya tampilan Anda, agar suami tertarik. Berikan perhatian pada urusan rumah tangga dan bersungguh-sungguhlah dalam hal itu.

2. Berbincang dengan suami mengenai sesuatu yang ia sukai.

3. Ketika suami mulai tak memperhatikan keadaan dalam rumah tangga, cobalah ajak dia agar sesekali meluangkan waktunya untuk berdamawisata sekeluarga.

4. Memanfaatkan waktu makan untuk berbicang dengan suami dan memuji bantuannya dalam menciptakan suasana hangat lagi menyenangkan.

5. Membuka dialog dengan suami sesudah menyiapkan suasana yang hangat, dalam waktu yang penuh ketenangan, serta lebih banyak memfokuskan dialog pada urusan-urusan praktis dan meninggalkan tindakan mencela maupun menyelahkan.

6. Jika memungkinkan, Anda dapat memberikan kepercayaan pada orang lain yang tentu sudah pasti orang tersebut dapat dipercaya untuk menasihatinya, tanpa ia tahu bahwa Anda memiliki kaitan dalam hal tersebut.

7. Berdoalah agar ia menjadi shaleh dan berlindung kepada-Nya dengan penuh ketundukkan dan kerendahan diri. Allah tidak akan menolak orang yang berdoa kepada-Nya. []

Sumber: 150 Problem Rumah Tangga yang Sering Terjadi/Karya: Nabil Mahmud/Penerbit: Aqwam

loading...
loading...