Lawan Konten Penistaan Agama, Pakistan Minta Bantuan Facebook

Foto: BoloPakistan
0

ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan telah meminta bantuan Facebook dalam proses perlawanan terhadap “konten penistaan” yang diunggah warga negara tersebut.

Permintaan itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhry Nisar setelah Perdana Menteri Nawaz Sharif menyuarakan dukungannya terhadap aksi melawan konten yang menista agama di media sosial.

Facebook dan semua penyedia jasa lainnya harus membagi semua informasi mengenai orang-orang di balik konten penistaan ini kepada kami,” kata Nisar, sebagaimana dikutip oleh BBC dari surat kabar Dawn.

Selain Facebook, Nisar mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Badan Investigasi Federal AS, FBI.

Menanggapi permintaan pemerintah Pakistan, Facebook menyatakan selalu meninjau permintaan pemerintah dengan kehati-hatian mengingat perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu bertujuan melindingi privasi dan hak-hak para pengguna.

“Kami mengungkap informasi mengenai akun-akun berdasar pada syarat dan ketentuan kami serta hukum yang berlaku. Traktat Mutual Legal Assistance atau permintaan resmi mungkin diperlukan dalam permintaan berskala internasional, dan kami menyertakannya dalam Laporan Permintaan Pemerintah yang kami buat,” sebut Facebook seperti dikutip kantor berita AP.

Facebook sendiri belum mengonfirmasi apakah mereka akan mengirim delegasi ke Pakistan untuk menangani ‘konten penistaan’ sebagaimana diminta pemerintah Pakistan tersebut.

Pakistan beberapa kali memblokir akses ke situs-situs porno dan situs-situs yang memuat konten anti-Islam. Pada 2010, Pakistan memblokir Facebook setelah kontroversi kartun Nabi Muhammad bergulir di media sosial. [fq/islampos]

loading...
loading...