Pakar Kriminal AS: Kejahatan Terhadap Muslim Meningkat 20 Persen

Foto: Shabestan
0

AS—Tindak kejahatan dengan motif kebencian terhadap Islam dilaporkan telah meningkat. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, kejahatan terhadap Muslim di AS meningkat hingga 20 persen sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden AS.

Keterangan ini berdasarkan laporan Reuters yang dikutip dari pernyataan Brian Levine, salah seorang ahli riset kriminal terkenal AS pada Kamis (16/3/2017).

Menurut Levine, aksi-aksi kriminal seperti ini terjadi akibat munculnya semangat rasis yang pernah terjadi pada saat kampanye pilpres AS beberapa waktu lalu.

Menurut Levine, peningkatan kejahatan itu terjadi di sembilan kawasan besar AS.

Kesembilan kawasan tersebut meliputi kota-kota seperti Washington, New York, Chicago, Philadelphia, Montgomery, County, Maryland, Colombus, Ohio, Seattle, Long Beach, California, dan Cincinnati.

Brian Levine menegaskan peningkatan volume kejahatan bermuatan etnis ini meningkat drastis setelah Donald Trump berhasil menang dalam pilpres AS.

Berdasarkan data dan laporan yang sudah teruji, New York menjadi kota yang paling banyak mengalami tindak kriminal ini. Tercatat 380 kasus kriminal bermuatan kebencian terjadi di New York dengan peningkatan 24 persen.

Posisi kedua ditempati Washington dengan jumlah 107 tindak kriminal dan mengalami peningkatan sebesar 62 persen.

Secara keseluruhan, di sembilan kawasan yang telah disebutkan di atas, tercatat sebanyak 1.037 kasus kejahatan dengan motif kebencian. Dengan angka ini, kejahatan tersebut meningkat sebanyak 23,3 persen dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. []

loading...
loading...