• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Orangtua Lulusan SD Ini Berhasil Sekolahkan Anak hingga S2 di UGM dan Amerika

by Yudi
8 tahun ago
in Inspirasi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Orangtua Berhasil Sekolahkan Anak hingga S2

Foto: Tribunnews

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

PASANGAN suami-istri Benny Wijaya (50) dan Siti Aminah (45), berhasil mendidik anaknya sehingga bisa sekolah ke perguruan tinggi. Bahkan ada yang bisa mengenyam pendidikan S2 di luar negeri. Padahal, keduanya bukan lulusan perguruan tinggi.

Kisah inspiratif kedua orang tua ini dalam melakukan pendampingan mampu mengubah kondisi dari keterbatasan menjadi kemungkinan untuk meraih kesempatan yang lebih tinggi.

Benny hanyalah lulusan SD di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, dan kini bekerja sebagai sopir truk pasir. Sedangkan Aminah hanya sempat mengenyam pendidikan sampai kelas II sekolah dasar di Situbondo, Jawa Timur. Aminah saat ini juga turut membantu ekonomi keluarga dengan membuka warung nasi sederhana di beranda rumahnya di Desa Ketapang Daya, Madura, Jawa Timur.

Aminah kemudian menceritakan bagaimana dirinya selalu menjaga komunikasi dengan guru anak-anaknya untuk mengetahui perkembangan sang buah hati ketika di sekolah.

ArtikelTerkait

10 Tips Naik Gunung Tanpa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Apa Saja Keuntungan Menikah di KUA?

10 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula dan Pendaki Berpengalaman

7 Faktor yang Membuat Anak Membenci Ayahnya

BACA JUGA: Kenapa Orangtua Harus Larang Anak Pacaran

“Saya sering sengaja ketemu gurunya anak-anak untuk memantau perkembangan anak.”

“Kalau nilai kurang, saya minta nasihat apa yang harus saya lakukan sebagai orangtua.”

“Saya juga minta kalau ada kegiatan di sekolah, anak saya tolong diikutsertakan,” ungkapnya.

Aminah juga selalu minta nomor telepon dan alamat gurunya untuk memantau kegiatan yang dilakukan anaknya di sekolah, tidak hanya saat anak duduk di bangku SD, tetapi juga sampai saat anak sudah di SMP dan SMA.

“Sebelum punya handphone, saya sengaja jalan kaki ke rumah gurunya untuk memastikan keberadaan anak-anak yang katanya waktu itu sedang kerja kelompok,” tutur Aminah.

Berbeda dengan Aminah, sang kepala keluarga, Benny, rajin menelepon keluarga, terutama anak-anak, untuk memastikan apa yang dilakukan mereka. Ini dilakukannya di sela-sela dalam perjalanan di truk saat mengantar muatan pasir yang bisa berhari-hari,

Menurut dia, hal itu dilakukan karena khawatir dengan pergaulan anak-anak muda di Madura yang sudah banyak terlibat kasus narkoba, tawuran, dan perilaku negatif lain.

Disiplin Dalam Belajar

Salah satu yang diajarkan Benny dan Aminah kepada anak-anaknya adalah dengan menegakkan kedisplinan ketat, baik dalam hal belajar maupun pergaulan.

Kedua orang tua ini mengingatkan anak-anaknya agar tidak sembarangan memilih teman serta selalu disiplin dalam mengelola waktu di antara waktu belajar, istirahat, dan bermain.

Setiap malam bila di rumah, Benny selalu mengumpulkan anak-anaknya untuk memberi nasihat.

“Saya selalu mengingatkan anak-anak, kalau mau membahagiakan orangtua, harus benar- benar sekolah, sungguh-sungguh belajar.”

“Saya memang terapkan kedisiplinan dan membatasi pergaulan walaupun juga memberi kebebasan kepada anak-anak untuk menentukan langkah hidupnya,” katanya.

Ditambahkan Aminah, untuk menegakkan kedisiplinan, ia menjadwal ketat anak-anaknya. Setiap hari, ketiga anaknya nyaris tidak punya waktu untuk bermain.

Sepulang sekolah sekitar pukul 12.00, istirahat. Lantas dari pukul 14.00 sampai 16.00 masuk sekolah madrasah yang kemudian lanjut ikut pengajian sampai magrib.

Malam hari adalah waktu anak-anak belajar sampai pukul 21.00 sebelum tidur.

“Jadwal main hanya malam Minggu dan hari Minggu,” katanya.

BACA JUGA: Di Akhir Zaman, Kaum Muslim Lebih Lemah daripada Anak Yatim

Berprestasi Sejak SD

Apa yang dilakukan Benny dan Aminah ternyata tidak sia-sia. Anak pertamanya, Dodik Pranata Wijaya (27), bisa kuliah S1 di Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada 2014 melalui beasiswa Bidikmisi lantas meraih S2 dari Michigan State University College of Law, Amerika Serikat, pada pertengahan 2018 melalui beasiswa LPDP.

Anak kedua, Novi Indah Permata Sari (23), kuliah S1 juga melalui Bidikmisi di Fakultas Teknologi Industri Pertanian UTM tahun 2018, dan kini sedang melanjutkan S2 di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada, juga melalui beasiswa LPDP.

Anak bungsu, Andika Ramadhani Wijaya (11), masih duduk di kelas V sekolah dasar.

Namun, bukan hal yang mudah bagi Benny dan Aminah untuk memperjuangkan pendidikan bagi ketiga anaknya.

Selain menerapkan kedisiplinan dan komunikasi yang intensif dengan gurunya, mereka mengakui bahwa keterbatasan ekonomi keluarga menjadi kendala terbesar.

Tidak Ingin Anak Bernasib Sama

Kehidupan Benny sebagai sopir truk pasir yang dibantu Aminah berjualan nasi sangat jauh dari cukup.

Jangankan untuk biaya pendidikan, untuk kebutuhan keluarga sehari-hari Aminah harus jungkir balik mengelola keuangan keluarga agar dapur tetap ngebul.

“Saya dan bapak ini orang yang tidak berpendidikan dan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Tapi hati kecil saya ingin anak-anak sekolah setinggi-tingginya.”

BACA JUGA: Bakti Anak Perempuan yang sudah Menikah

“Saya harus kerja keras untuk anak-anak saya agar nasib mereka lebih baik.”

“Saya juga ingin memberi contoh kepada saudara-saudara saya bahwa meskipun tidak berpendidikan dan ekonomi pas-pasan, anak-anak saya bisa berhasil,” tutur Aminah.

Niat yang kuat dari Aminah untuk menyekolahkan anak-anaknya juga karena tak ingin anak-anaknya kurang perhatian dan kasih sayang seperti yang dialaminya.

“Orangtua saya berpisah saat saya masih kecil. Bapak saya menikah lagi. Tak lama kemudian ibu meninggal sehingga saya kurang kasih sayang dari orangtua.”

“Saya tak ingin Dodik dan adik-adiknya mengalami hal sama,” ungkapnya. []

SUMBER: SUAR.GRID.ID

Tags: Anakorangtuapendidikan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ternyata, Inilah Doa Pembuka Pintu-pintu langit

Next Post

Dipoligami, 3 Istri Tak Sadar Selama Ini Tinggal di Rumah yang Berdekatan

Yudi

Yudi

Related Posts

gunung, naik gunung, shalat

10 Tips Naik Gunung Tanpa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

8 Juli 2025
menikah, KUA

Apa Saja Keuntungan Menikah di KUA?

6 Juli 2025
gunung, mendaki gunung

10 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula dan Pendaki Berpengalaman

2 Juli 2025
rasa benci, anak, ayah

7 Faktor yang Membuat Anak Membenci Ayahnya

30 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.