islampos
Media islam generasi baru

Non Muslim Syahadat di Acara DZN, Hanum Rais: Semua Ini Rill Bukan Settingan

0

ANTUSIAS masyarakat Indonesia menyaksikan ceramah Dr. Zakir Naik (DZN) terbilang tinggi. Hampir di setiap kota yang disambangi DZN dipenuhi para audience. Sama halnya dengan ceramah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kemarin (3/4/2017).

Tak hanya umat Islam yang tertarik datang pada acara tersebut, ternyata banyak dari kalangan non Muslim yang turut hadir mendengar paparan Dr. Zakir Naik. Mereka tidak datang dengan paksaan. Biasanya, para non Muslim ini sudah terlebih dulu mendengar tentang Zakir Naik di Youtobe. Lalu, mereka datang ke acara ceramah Zakir Naik dan bersyahadat di depan ribuan audience.

Banyak yang mengira proses syahadat para muallaf ini adalah settingan. Seperti acara di Bandung dan UMY kemarin, beberapa non Muslim bersyahadat dengan menangis haru. Itu murni kejadian asli bukan settingan.

Hanum Rais penulis novel Bulan Terbelah di Langit Amerika juga mengahadiri acara tersebut. Ia menyaksikan proses syahadat para non muslim. Dalam akun instagramnya, Hanum menulis bahwa proses tersebut adalah asli tidak dibuat-buat dan bukan rekayasa. Berikut sharing Hanum Rais tentang acara Zakir Naik di UMY.

Sharing sedikit tentang pengalaman ikut ‘pengajian’ Dr. Zakir Naik kemarin di UMY.
Mungkin saya termasuk orang yang aneh, karena ngefans bukan sama Coldplay atau Kety Perry atau whoever you name it lah band or singers. Padahal saya juga bukan muslimah yang strict atau fundamental banget.

Tapi entah mengapa saya merasa ‘adem’ mendengar ceramah2 DZN. Sy mengenal DZN sdh lama tp tdk terlalu memberikan perhatian lebih pd isi ceramahnya, hingga saat menunggu 12 hari pengumuman raport hasil bayi tabung yg selalu membuat banyak calon ibu deg-degan. Selama 12 hr itu dr tgl 31 maret-12 april 2016 sy rutin mendengarkan youtube nya. Pertanyaan2 audiens ttg takdir, nasib, jodoh, kematian, hingga kelahiran dijawab oleh DZN dgn analogi2 kehidupan yg mudah dipahami. Shingga kemudian saya tdk putus asa atau was was.

Terus terang,saya mengalami ketakutan juga bahwa usaha saya akan mengalami kegagalan kembali, jawaban beliau sungguh menentramkan hati. Saya jd siap dengan apapun hasil dr Allah SWT saat itu. Kadang mendengar jawabannya yg tegas dan sedikit galak,justru saya berlinang air mata.

Sebenarnya pengen bilang ke beliau terimakasih telah menjadi jembatan Allah untuk saya agar selalu kuatkan hati itu saja. Tp berhubung Sarahza ga bisa ditinggal lama-lama ya sudah pamit duluan deh🤣. Btw, mudah mudahan Indonesia punya ulama yg intelektual nya luar biasa spt beliau suatu saat nanti (surgeon, poliglot, hapal 5 kitab suci) dan tdk bisa dan tdk mungkin menggadaikan aqidah demi uang, popularitas atau pujian. Oiya, banyak yg menuduh proses kemualafan dgn syahadah itu settingan. Dgn tegas sy kmrn menyaksikan, semua itu riil dan asli otentik []