No More Galau

0

Oleh: Iis nuryati
[email protected]

AKU tak pernah keberatan menunggumu, seseorang yang dipilihkan Allah untukku, walau hati ini didera berjuta rindu.

Kapan ya bisa ngajak kamu ke sini.

BroSis, pernah nyetatus kayak gitu nggak? Sering? Waduuh, kamu baperan banget nih ya. Atau kamu memang tergabung dalam barisan galauwan/wati? Hihihi…

Dalam berbagai acara, baik itu forum kantor, reuni kelas, kajian keislaman atau acara lain yang sifatnya semi formal (apalagi yang cuma kongkow-kongkow), jombloers selalu menjadi sasaran empuk untuk dibully.

Kayaknya kalau nggak ngebully jomblo, acara jadi nggak seru deh. Dan biasanya yang baru aja didepak dari grup jomblo yang paling semangat ngebully, maklum masih berasa enaknya jadi pengantin baru, hehe. Padahal aslinya mereka juga nyesel, kenapa nikahnya nggak dari dulu. Ups, malah manas-manasin.

Guys, saat ini usiamu berada antara dua puluh sampai tigapuluhan? Nggak salah lagi, berarti kamu memasuki masa paling galau sejagat raya pemuda dan pemudi. Masa H2C, harap-harap cemas atas satu rahasia Allah. Jodoh.

Kamu, anggota jofisa (jomblo fii sabilillah), mulai mencari-cari sosok wanita yang paling diidamkan. Maunya pasti yang salehah, cantik, pintar, kaya sekaligus berasal dari keluarga terpandang. Hadeeh, diborong semua tuh. Sah-sah aja sih. Masalahnya, ada nggak wanita sempurna yang memenuhi semua kriteria itu. Terus kalau misalnya ada, mau nggak dia nikah sama kamu? Nah lho!

Begitu juga kamu masih ditakdirkan Allah menjadi pengikutnya geng jofisa divisi akhwat, sedikit (atau banyak ya) juga merasa resah dan gelisah menunggu di sini (eits, nyontek lagunya Obie Mesakh). Apalagi kalau teman seangkatan satu per satu udah pada nyebar undangan, rasanya pengen tenggelam di balik bantal aja. Hmm, wajar kok say. Memang sudah waktunya kamu mikir ke situ. Memimpikan calon pangeran yang saleh, tampan, mapan, dan dari kaum bangsawan. Wkwkwk, gak mau kalah dengan yang bujang nih. Boleh-boleh aja Sis, karena berharap itu harus yang terbaik.

Tapi, ada tapinya ya…
Segalau-galaunya kamu, nggak perlu deh kamu ekspresikan di dunia maya. Nyetatus yang bikin laper eh baper. Merasa paling jomblo sedunia Duh lebay.com). Yuks, pinter-pinter nyembunyiin isi hati, biar gak salah ditafsirkan oleh pembaca. Ntar ada yang ke-GR-an bahaya kan. Kalau memang harus diungkap, ungkapkan pada sosok yang tepat, guru ngajimu misalnya. Atau gengmu sesama jomblo agar kalian bisa saling menguatkan (yeah). Intinya, jangan biarkan orang lain memandang iba padamu. Mending kalau terus dibantu, lha kalau cuma dibully? Makan hati kan?

Terus, ada tapinya lagi nih…
Segala sesuatu sudah ada yang ngatur. Kamu mau jumpalitan kayak apa untuk menjemput jodohmu, kalau Allah belum berkehendak ya nggak bakal terjadi. Sebaliknya kalau Allah sudah menetapkannya untukmu, biar kamu ibaratnya cuma diam aja di rumah, dianya dengan penuh wibawa menghampirimu seketika itu juga. Masya Allah.

Dan ketika masa itu tiba, segalanya akan mudah. Kamu bakal lupa dengan sederet syarat dan ketentuan yang pernah kamu impikan. Tiba-tiba saja kamu yakin bahwa dia adalah jawaban Allah atas doa-doamu. Tiba-tiba saja kamu merasa mantap menerimanya. Pendek kata, kamu bakal melaluinya dengan segenap syukur di dada.

So, BroSis, nggak perlu galau lagi deh. Isi masa penantianmu dengan sebaik-baiknya. Ada banyak hal yang harus kamu pikirkan selain urusan perjodohan. Istilah ngetrennya, memantaskan diri untuk menjemput maupun menunggu jodoh dunia akheratmu. Soal nyetatus, udah tinggalkan aja. Udah nggak zaman.

loading...
loading...